Jakarta, sumselupdate.com – Video yang menampilkan kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membahas stunting, diikuti aksi membagikan jam tangan, peci, hingga baju yang tengah dikenakannya, viral di lini masa.
Video tersebut merekam kehadiran Prabowo di acara Sinau Bareng Cak Nun yang dihadiri ribuan jamaah Maiyah di Pondok Segoro Agung, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (26/12/2022) malam.
Menhan Prabowo Subianto sempat menyinggung soal stunting di Indonesia yang menjadi tema dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tersebut. Ia menegaskan, pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo saat ini mulai bekerja keras menuntaskan stunting di Indonesia, meskipun sulit diatasi.
“Beliau sekarang berusaha memperbaiki ekonomi kita. Ini tidak ringan,” katanya.
Prabowo menekankan dirinya masih ingin berjuang untuk rakyat, khususnya untuk mengatasi permasalahan stunting dengan cara meningkatkan penghasilan seluruh rakyat Indonesia.
“Ini tanggung jawab kami yang di pemerintah untuk bekerja keras. Tidak boleh ada ibu-ibu di Indonesia yang kurang gizi,” ujarnya.
Prabowo menyerukan masyarakat berjuang untuk para ibu agar terbebas dari stunting. Selanjutnya, ia pun mengajak jamaah Maiyah untuk menyanyikan lagu “Kasih Ibu”.
“Kita diberi ajaran oleh kyai kita bahwa surga itu di bawah telapak kaki ibu. Jadi, kita harus selalu menghormati ibu kita. Kalau gitu, saya minta, kita semuanya nyanyi Kasih Ibu,” ajak Prabowo.
Hal lain yang cukup menarik dalam video itu, sebelum pamit meninggalkan acara nampak Prabowo melucuti jam tangan, peci dan juga kemeja safari krem yang dikenakannya satu per satu. Barang itu lalu dibagikan kepada jamaah Maiyah yang tengah berebut di dekat panggung. Namun karena jumlahnya yang terbatas, hanya pedagang asongan yang mendapatkannya.
Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemberian jam tangan, peci, dan baju tersebut merupakan bentuk apresiasi Prabowo kepada jamaah Maiyah.
“Iya, Pak Menhan memberikan apresiasi kepada jamaah Maiyah, dengan memberikan jam tangan, peci, dan baju beliau. Itu kebiasaan Pak Menhan,” kata Dahnil kepada awak media, Selasa (27/12/2022).
Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan bahwa antara dirinya dengan Cak Nun telah bersahabat sejak lama. Ia merasa bersyukur dan bangga bisa hadir di tengah rakyat Maiyah, sebutan jamaah Cak Nun. Terlebih tempatnya di Trowulan, yang menurutnya, sebuah tempat yang pernah menjadi ibu kota imperium Majapahit dan menjadi pusat peradaban.
Bagi Prabowo, Cak Nun bukan sekadar kiai, tapi juga intelektual, cendekiawan, dan sosok yang sangat berani.
“Ceramah-ceramahnya membuat saya terkejut-kejut. Cak Nun tidak berubah. Tetap seperti dulu. Begitulah beliau. Saya hormat dan kagum kepada Cak Nun. Alhamdulilah hari ini bisa bertemu,” katanya.
Cak Nun atau yang bernama lengkap Emha Ainun Najib mengatakan, hari ini dirinya menerima kedatangan Prabowo dengan kebijaksanaan.
“Kita semua menerima beliau malam hari ini tidak dengan kebenaran atau kebaikan tapi dengan kebijaksanaan. Kita menerima beliau hari ini dengan hati kerakyatan, hati kebangsaan, dan hati Ibu Pertiwi yang lama kita lupakan. Ini adalah rakyat yang mencintai sampeyan. Sebagian juga mencintai yang lain-lain. Kita mencintai tanpa pilih kasih, tanpa batas,” ujar Cak Nun.
Cak Nun kemudian berdoa agar Indonesia dipimpin oleh orang terbaik agar dapat membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat.
“Mudah-mudahan yang terbaik untuk bangsa Indonesia yang akan jadi pemimpin,” harap Cak Nun. (shn)











