Baturaja, Sumselupdate.com – Kejadian tidak patut ditiru di Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten OKU. Ulah para pegawai kantor itu jadi viral lantaran para oknum berseragam cokelat itu nekat menendang berkas yang diduga sertifikat prona yang jelas-jelas merupakan dokumen penting dan milik negara, apalagi di dalamnya ada lambang Garuda.
Adalah akun Facebook Bagas jo yang menguplod vidio ‘Cakmno kalo rusak arsip ini…terus ini jugo barang milik negara bukan punyo nenek kito…. Menurut kamu?? Josi Robet Mimin Jakpar Bowo Sunarso Rakhmat Saleh Eko Sungkono Patra Nazier Bcw Herman Orcewe. Tulis Bagas jo di akun facebooknya yang diunggah, Selasa (6/2).
Vidio itu sendiri ditanggapi beragam dan telah ditonton 4511 orang, dikomentari 49 orang. “Teryata bila bukan hanya bundar, “tulis akun facebook Rakhmat Saleh. Mimin djakpar pun lebih pedas memberi komen ‘orang-orang malas’ sebutnya.
Tak hanya itu di media istagrampun jadi viral ialah Herbet Naiggolan menulis di akunya dengan judul wow keren pegawai BPN OKU Zaman Now main bola di ruangan kantor.
Sementara itu kedua orang yang juga jurnalis menguplod adalah Herbet wartawan media cetak lokal dan Bagas Mihargo wartawan online. Kedatangan mereka ke kantor ART/BPN OKU itu lantaran hendak konfirmasi terkait pembagian sertifikat Prona yang belum kelar di daerah tersebut.
“Kami kesana kemarin, bermaksud wawancara dengan kepala BPN mengenai perkembangan pembagian sertifikat Prona. Namun melihat kejadian aneh itu,” ungkap Herbet diamini Bagas saat dibincangi, Rabu (7/2/2018).
Saat itu dituturkan Herbet, mereka tengah duduk sembari menunggu. Kala itu, memang terlihat oleh mereka beberapa pegawai yang tengah memindahkan berkas warna hijau muda. Ciri-cirinya persis dengan sertifikat.
“Hampir satu jam menunggu, rupanya mereka (pegawai BPN) tadi, melakukan aksi itu (menendang bundelan berkas yang sudah diikat itu). Padahal mereka tahu kami ada disitu,” bebernya.
Kata Herbet, tak hanya menendang, ada juga pegawai yang melempar berkas tersebut dari tangga. Namun yang berhasil diabadikan oleh mereka adalah aksi menendang berkas saja.
Video nya pun sudah di upload ke media sosial Facebook. Saat ini, video tersebut menjadi viral dan sudah ditonton lebih dari 4 ribu orang, serta sudah lebih 40 kali dibagikan.
Ketua MPC Pemuda Pancasila OKU, RM Wahyu mengaku, sudah melihat video tersebut. Wahyu sangat menyayangkan perilaku pegawai BPN tersebut.
Menurut dia, perilaku tersebut kurang pantas dilakukan, apalagi ditunjukkan di muka umum (terjadi di depan ruang tunggu kantor).
Kalau memang yang ditendang oleh pegawai itu adalah sertifikat tanah, menurut Wahyu itu sama saja dengan menyepelekan surat berharga negara. “Sebab di dalamnya ada lambang Garuda. Dan itu lambang negara. Tidak boleh disepelekan,” tegasnya.
Ia mengimbau pihak terkait untuk memberi sanksi keras. Tak pada pegawai tersebut, termasuk pada kepala ATR/ BPN OKU yang tidak mampu membina anak buahnya.
Sementara saat wartawan hendak mengonfirmasi persoalan itu kepada pejabat terkait di ART/BPN OKU, ternyata tidak ada satu pun yang berhasil ditemui.
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU, Rudi Hartono juga angkat bicara. Rudi sangat menyayangkan ulah oknum pegawai BPN OKU di dalam vidio itu.
Apalagi kata dia itu dilakukan dihadapan wartawan yang hendak liputan. “Kalaupun mau pindahan atau dirapikan jangan ditendang begitu. Kan itu diketahui sertifikat rakyat,” ucapnya. (wid)











