Viral Kedatangan 38 TKA Asal Tiongkok di Muaraenim, Manajemen PT GPEC Minta Maaf

AUDIENSI-Suasana audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Muaraenim, Rabu (30/9/2020).

Muaraenim, Sumselupdate.com-Plt Bupati Muaraenim H Juarsah didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Hj Siti Herawati dan Kepala Kantor Imigrasi Muaraenim Made Nur Heppi, menerima audiensi PT Guangdong Power Engineering Co. Ltd (GPEC) Proyek PLTU Sumsel 1 di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terkait masuknya 38 Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Muaraenim, Rabu (30/9/2020), PT GPEC melalui Koordinator Proyek Mr Li yang didampingi Manajer Humas Herida mengucapkan terima kasih dapat bertemu langsung dengan Plt Bupati Muaraenim dan permohonan maaf sebesar-besarnya atas permasalahan TKA yang belakangan ini membuat ketidaknyamanan untuk semua pihak.

Bacaan Lainnya

“Proyek PLTU Sumsel 1 ini sebenarnya sudah lama dilaksanakan, tapi dengan berbagai kendala dan permasalahan jadi agak sedikit terhambat. Oleh karena itu, kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai anjuran pemerintah,” terang Mr Li dalam audiensi tersebut.

Sampai sekarang, lanjut Mr Li, total Tenaga Kerja Lokal (TKL) yang telah mereka rekrut cukup banyak, mencapai ratusan tenaga kerja.

“Kita sudah rekrut sebanyak 500 orang tenaga kerja lokal, dan terkait permasalahan TKA yang akan datang , ke depan kami akan lebih memperhatikan segala sesuatu halnya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan sekali lagi kami mohon maaf dan kami mohon bimbingannya agar hal yang sempat terjadi kemarin tidak kembali terulang,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Juarsah berharap jalinan komunikasi yang baik antarpihak terkait mengenai kedatangan TKA ataupun lainnya dapat terlaksana untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan agar masyarakat bisa mengetahui kondisi sesungguhnya.

“Disamping mengakomodir tenaga kerja lokal, juga harus mengajak perusahaan-perusahaan lokal juga, seperti menyediakan material dan lain sebagainya, sehingga memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat di sekitar operasional perusahaan. Terhadap Coorporate Social Responsibility (CSR) PT GPEC agar dapat lebih terarah dan berdampak baik bagi kemakmuran masyarakat. Terkait protokol kesehatan agar dapat terus diterapkan sesuai anjuran pemerintah,” tegas Juarsah.

Juarsah menyampaikan, pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim tetap mendukung dan menerima kehadiran investor asing untuk berinvestasi ke Kabupaten Muaraenim, akan tetapi tentu harus legal formal.

“Kita mendukung dan menerima semua investor baik lokal maupun asing masuk ke kabupaten Muaraenim. Namun dengan catatan semua legalitas dan formalitas harus lengkap,” urainya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Muaraenim Hj Herawati menjelaskan, terkait 38 TKA yang kemarin masuk ke PT GPE dokumennya sudah lengkap, termasuk surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan swab test dan semua TKA tersebut merupakan tenaga kerja dengan keahlian khusus.

“Tapi, terkait itu semua agar ke depan pihak perusahaan dapat lebih menjalin komunikasi yang baik lagi, baik itu dengan Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Desa, guna menghindari pertanyaan dan suatu kesalahpahaman,” pintanya.

Terakhir Herawati menegaskan agar pihak perusahaan dapat mengakomodir tenaga kerja lokal terkhusus masyarakat Ring 1.

“Untuk tenaga kerja lokal agar dapat diakomodir minimal di Ring 1 sekitar perusahaan, dan terhadap penerapan protokol kesehatan di perusahaan agar dapat terus diterapkan sesuai anjuran pemerintah. Seperti kata bapak Plt Bupati tadi guna memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.