Palembang, Sumselupdate.com – Pagelaran olahraga bergengsi yang menyedot 45 negara-negara Asia bakal dihelat satu tahun mendatang di Jakarta dan Palembang.
Panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga yang akan dimainkan di Bumi Sriwijaya pun mulai melakukan akselerasi pembangunan venue dalam menyambut multi event Asian Games 2018 tersebut dengan menyedot dana sedikitnya Rp10,8 miliar.
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumsel Iwan Kurniawan mengatakan Palembang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah cabor tersebut. Namun, beberapa konstruksi dari venue itu sendiri masih butuh banyak perbaikan.
“Seperti penambahan tribun, lighting, sound system, dan lain-lain,” terang Iwan, Rabu (29/3/2017).
Lanjutnya, venue yang ada di JSC ini awalnya akan digeser oleh perluasan lapangan tenis. Apalagi, cabor panjat tebing sendiri masih belum masuk rencana akan dihelat di Palembang.
“Tapi pihak Pengurus Besar (PB) tak setuju kalau di Jakarta. Sebab, di Jakarta rupanya menggunakan sistem rental. Oleh karena itu kita usulkan kepada pak Gubernur untuk kita usahakan ambil. Kan kita udah ada venuenya. Dan akhirnya oke,” tuturnya.
Untuk itu, pihak FPTI Sumsel kini tengah berbenah. Biaya perbaikan itu sendiri ditanggung melalui dana hibah CSR PT. Pusri, dengan perkiraan kucuran dana senilai Rp10,8 miliar.
Pengerjaan pembangunannya diupayakan bulan Desember harus selesai. Sebab, arahan dari panitia Asian Games 2018, jika venue tersebut akan dipakai maka harus ada tes event sekelas kompetisi se-asia sebelum dikategorikan siap menjadi tuan rumah.
“Kita sudah dapat arahan itu. Mudah-mudahan Desember harus selesai,” pungkasnya. (sbw)











