Usia Ajip Rosidi 79 Tahun, Ini Alasannya Mau Nikahi Nani Wijaya

Minggu, 2 April 2017
Nani Wijaya

Jakarta, Sumselupdate.com – Kabar seputar rencana pernikahan Nani Wijaya dan Ajip Rosidi cukup mengejutkan publik. Apalagi saat ini, usia Nani Wijaya memang telah menginjak 72 tahun, sedangkan Ajip berusia 79 tahun.

Ajip pun mengaku memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya dan Nani mantap memutuskan untuk menikah. Ajip mengaku di usianya yang telah senja, ia membutuhkan teman untuk menjalani kehidupan sehari-hari agar tak merasa kesepian.

Read More

“Jadi kami merasa masing-masing dari kami butuh kawan,” ujar Ajip Rosidi yang berprofesi sebagai sastrawan, dosen dan redaktur ini, Sabtu (1/4/2017), seperti dikutip dari WowKeren.com.

“Ya untuk menjalani hidup sehari-hari di rumah gitu,” sambung Ajip.

Menariknya lagi, Ajip ternyata mengenal almarhum mantan suami Nani, Misbach Yusa Biran. Bahkan Misbach yang meninggal dunia pada 2012 tersebut adalah teman baiknya.

“Sebetulnya kenal dia (Nani) sudah lama. Dia menikah dengan kawan saya kan, Pak Misbach,” ungkap peraih gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Padjadjaran ini.

“Pas 2014 istri saya meninggal, saya dan Nani sempat jarang bertemu,” katanya.

Sastrawan, Ajip Rosidi

Ajip menceritakan keinginan untuk menikahi Nani muncul saat keduanya sering bertemu sekitar akhir 2016. Karena sering berkunjung ke Jakarta dan mengobrol bersama, Ajip dan Nani akhirnya memutuskan menikah.

“Oktober atau November tahun lalu saya sering ke Jakarta karena harus ke rumah sakit,” ungkap Ajip.

“Kemudian ketemu Nani dan dari percakapan kami, akhirnya itu (rencana menikah),” imbuhnya.

Pernikahan keduanya, direncanakan berlangsung di Cirebon, Jawa Barat.

Melalui situs Penerbitkpg, diketahui Ajip merupakan penulis karya sastra. Banyak buku yang sudah ditulisnya dan beredar di masyarakat. Dia sudah mulai menulis sejak usia 12 tahun, saat duduk di bangku Sekolah Rakyat. Tulisannya saat itu dimuat di ruang anak-anak di harian ‘Indonesia Raya’.

Ajip memang tidak pernah menamatkan pendidikan SMA. Namun, ia pernah menjadi dosen luar biasa pada Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran, Bandung tahun 1967. Bahkan dunia internasional di bidang pendidikan mengakui keilmuannya. Ia pernah menjadi pengajar tamu di Osaka Gaikokugo Daikagu, Osaka, Jepang tahun 1981, Guru Besar Luar Biasa pada Tenri Daigaku, Nara dan Kyoto Sangyo Daigaku, Kyoto.

Selain itu, Ajip pernah meraih hadiah Sastra Nasional BMKN untuk karyanya yang berjudul ‘Sebuah Rumah Buat Hari Tua’ tahun 1957. Penghargaan karya sastra juga pernah diterimanya dari luar negeri, Kun Santo Zui Ho Sho dari pemerintah Jepang atas jasa-jasanya terhadap hubungan Indonesia-Jepang. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts