Jakarta, Sumselupdate.com – Massa aksi di depan Istana Negara mulai berdatangan ke gerbang utama Gedung DPR/MPR/DPD.
Pantauan Antara News, rombongan berbaju putih yang naik sepeda motor tiba di gerbang utama sekitar pukul 21.20 WIB.
Pengamanan gabungan yang terdiri dari polisi dan tentara terus siaga di gerbang utama.
Polisi bersiap di depan pintu utama. Beberapa water canon berada di bagian depan Gedung parlemen tersebut.
Pengamanan dilakukan pintu depan dan belakang gedung parlemen. Hingga pukul 22.05 WIB, massa terus berdatangan tapi belum ada pergerakan maupun orasi.
Mabes Polri sendiri mengonfirmasi massa pengunjuk rasa yang mengarah ke Gedung DPR/MPR RI untuk menginap usai melakukan aksi di Istana Merdeka Kepresidenan Jakarta Pusat.
“Mereka kan dipersilakan untuk menginap di Gedung DPR,” kata juru bicara Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Rikwanto saat dikonfirmasi di Jakarta, malam ini.
Rikwanto mengatakan petugas kepolisian dan TNI tetap berjaga di Gedung DPR/MPR RI guna mengamankan massa.
Diungkapkan Rikwanto, sebelum pimpinan DPR RI menawarkan pengunjuk rasa yang berasal dari luar Jakarta untuk menginap di gedung perwakilan rakyat tersebut.
Sebelumnya, sejumlah pendemo yang telah berunjuk rasa di sekitar Monumen Nasional (Monas) Jakarta menuju Gedung DPR RI.
Petugas kepolisian dan TNI memperketat penjagaan di Gedung DPR/MPR RI guna mengamankan massa yang tiba ke lokasi tersebut.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa, 15 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI-Polri siaga.
“Ada 15 SSK, sudah siaga di lokasi,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan didampingi Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana di Istana Merdeka seperti dikutip detikcom. Sekadar diketahui, 1 SSK berjumlah sekitar 100 personel.
Sejauh ini, kata Iriawan, situasi masih kondusif. Untuk itu, Iriawan mengaku tak ke lokasi. Di sana sudah ada pejabat Polda dan Kodam Jaya.
Teddy mengungkapkan hal serupa. Menurut dia, 15 SSK dirasa cukup untuk mengamankan Gedung Senayan. “Ada Kasdam (Kepala Staf Kodam) di sana,” jelasnya.
Iriawan maupun Teddy meminta masyarakat tenang. Banyak informasi beredar berlebihan. Masyarakat diminta mencari dari sumber terpercaya dan instansi berwenang. (hyd)











