Washington DC, Sumselupdate.com – Donald Trump menyampaikan pidato pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Dalam pidatonya, Trump berjanji untuk mengutamakan rakyat Amerika dalam setiap keputusannya.
“Mulai saat ini, semuanya akan mengutamakan Amerika. Amerika terutama. Setiap keputusan dalam perdagangan, pajak, imigrasi, urusan luar negeri, akan diputuskan demi keuntungan para pekerja Amerika dan keluarga Amerika,” tegas Trump, seperti dilansir detikcom dari Reuters dan AFP, Sabtu (21/1/2017).
“Kita harus melindungi perbatasan kita dari kekacauan negara lain yang membuat produk kita, mencuri perusahaan kita, dan menghancurkan lapangan pekerjaan kita. Perlindungan akan membawa pada kemakmuran dan kekuatan,” imbuh Trump.
“Kita akan mengikuti dua aturan sederhana: Membeli produk Amerika dan mempekerjakan warga Amerika,” ujarnya di hadapan ratusan ribu warga AS yang berkumpul untuk menyaksikan langsung pelantikannya.
Trump menyinggung situasi AS saat ini yang disebutnya banyak menyengsarakan rakyat.
“Bagi kebanyakan warga kita, berlaku kenyataan berbeda: Para ibu dan anak-anak terjebak dalam kemiskinan di pusat-pusat kota, pabrik-pabrik bobrok tersebar seperti batu nisan di negara kita, sistem pendidikan, banyak dialiri dana, tapi membuat siswa mudah dan indah kekurangan pengetahuan, dan kejahatan dan geng kriminal dan narkoba telah merenggut banyak nyawa dan merampok negara kita dari potensi yang tidak disadari,” sebutnya.
“Pembantaian Amerika berhenti di sini dan berhenti sekarang,” imbuhnya.
Tidak lupa, Trump menegaskan janjinya untuk memberantas terorisme di AS. “Kita akan memperkuat kemitraan lama dan membentuk kemitraan baru — dan menyatukan dunia yang beradab melawan terorisme Islam radikal, yang akan kita berantas sepenuhnya dari muka bumi ini,” janji Trump.
Seolah meyakinkan visinya sebagai Presiden AS untuk empat tahun ke depan, Obama mendedikasikan pidato pertamanya untuk ‘rakyat dunia’.
“Kita, warga negara Amerika, sekarang bersama dalam upaya nasional yang hebat untuk membangun kembali negara kita dan memulihkan janji-janji bagi seluruh rakyat. Bersama kita akan menentukan arah Amerika dan seluruh dunia untuk bertahun-tahun ke depan,” ucap Trump dalam pidatonya.
“20 Januari 2017 akan dikenang sebagai hari saat rakyat menjadi penguasa sekali lagi. Mereka yang terlupakan tidak akan lagi dilupakan. Semua orang mendengarkan kalian sekarang,” ujarnya.
Sebelumnya, pengusaha real estate ternama, Donald Trump, resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45. Trump mengucapkan sumpah jabatannya di depan ratusan ribu warga AS yang hadir langsung di Washington DC.
Trump dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts. Hakim Roberts mengucapkan kata-kata sumpah jabatan Presiden AS terlebih dahulu, dan Trump mengulanginya.
“Saya, Donald John Trump, bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan dengan teguh menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat, dan akan dengan kemampuan terbaik saya, menjaga, melindungi dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat. Tuhan, bantu saya,” demikian bunyi sumpah yang diucapkan Trump.
Dengan demikian, Trump resmi menjabat Presiden AS. Trump melambaikan tangan ke arah warga AS yang hadir dan mengucapkan ‘Terima kasih’ berulang kali. Teriakan ‘Trump’ membahana dari warga AS yang hadir.
Sebelum Trump, Mike Pence mendapat giliran pertama dilantik menjadi Wakil Presiden AS. Hakim Mahkamah Agung Clarence Thomas memimpin pembacaan sumpah jabatannya.
“Saya, Michael Richard Pence, bersumpah dengan sungguh-sungguh, bahwa saya akan mendukung dan mempertahankan konstitusi AS terhadap seluruh musuh, baik asing maupun domestik,” demikian bunyi sumpah yang dibacakan Hakim Thomas kemudian diulangi oleh Pence.
“Bahwa saya akan menanggung keyakinan dan kesetiaan sejati, bahwa saya akan menjalankan kewajiban ini tanpa paksaan, tanpa ada keraguan maupun niat untuk menghindar, dan saya akan dengan baik dan teguh menjalankan tugas jabatan yang akan saya emban. Tuhan, bantu saya,” imbuhnya.
Setelah membaca sumpah jabatan, Pence resmi menjadi Wapres AS. Pence kemudian memeluk istrinya, Karen dan keluarganya. (hyd)











