Ujicoba Tilang Elektronik Kendaraan di Palembang Belum Diterapkan Hari Ini, Kenapa?

Direktur Ditlantas Polda Sumsel Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait.

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Direktur Ditlantas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait memastikan jika ujicoba penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik kendaraan di wilayah Palembang, belum bisa diterapkan hari ini, Rabu (3/3/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Cornelis, sembilan titik kamera yang sudah dipasangkan di sejumlah lampu merah yang ada di Kota Palembang, masih perlu dilakukan pengecekan kesiapannya.

Adapun kesembilaan titik tersebut berada di simpang lampu merah Charitas, simpang 5 DPRD Sumsel, simpang Sekip Ujung, simpang Angkatan 45, simpang Rajawali, simpang Patal, simpang Flyover Jakabaring, simpang Dr M Isa, dan simpang Polda Sumsel.

“Kesembilan titik kamera yang akan dipasang simpang jalan-jalan tersebut masih perlu dicek ada atau tidak kabel FO-nya,” ujarnya kepada Sumselupdate.com, Rabu (3/3/2021).

Ditanya dari kesembilan titik kamera yang akan dipasang simpang jalan-jalan tersebut, titik mana yang sudah siap akan di uji coba, Cornelis mengaku belum mengetahuinya.

“Mulai Maret kita akan mulai uji coba untuk memberlakukan tilang elektronik di sembilan titik yang ada di Palembang, namun belum tahu kapan harinya,” tegas Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait.

Pastinya, kata Cornelis, untuk pelaksanaannya secara keseluruhan akan dilaksanakan bulan April.

Selain melaksanakan uji coba penerapan ETLE, pihak Ditlantas Polda Sumsel juga akan melakukan sosialisasi terkait pemberlakukan ETLE.

“Dengan sosialisasi, diharapkan masyarakat akan mengetahui bila penerapan ETLE sudah mulai dilaksanakan. Setelah uji coba dan sosialisasi dilakukan barulah akan benar-benar dilakukan penindakan menggunakan sistem ETLE di bulan April,” beber Hotman.

Dia menambahkan, untuk titik-titiknya tidak perlu di-publish, agar masyarakat pengguna jalan tetap tertib berkendara saat di jalan.

Untuk keunggulan kamera ETLE ini sangat berbeda dengan kamera CCTV yang selama ini sudah terpasang.

“Kamera ETLE ini akan bekerja selama 24 jam. Kapan, jam berapa, saat apapun, kamera ini secara otomatis akan merekam semua pelanggaran yang dilakukan pengendara,” terang Hotman lagi.

Hotman menambahkan, sistem ETLE yang merekam pelanggaran lalu lintas, kemudian mengeluarkan data yang dikirim ke comment center baik di Polda maupun Korlantas Polri.

Anggota dari Penegakan Hukum serta Regitrasi Identifikasi Ditlantas Polda Sumsel, akan mencetak jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara.

“Kertas pelanggaran yang sudah dicetak lalu dikirimkan kepada pengendara yang melanggar melalui PT Pos Indonesia. Jika tidak ada respon selama tujuh hari, maka secara otomatis pemblokiran akan dilakukan sistem ETLE. Bagi pelanggar, akan dikenakan sanksi ketika melakukan pembayaran pajak kendaraan,” tutupnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.