Brussel, Sumselupdate.com – Uni Eropa (UE), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan sejumlah negara Eropa memperkeras sikap terhadap kampanye militer Israel usai serangan udara yang menghantam ibu kota Qatar, Doha, Selasa (9/9) sore waktu setempat.
Serangan itu menargetkan lokasi yang diduga digunakan pemimpin senior Hamas. Meski delegasi Hamas dilaporkan selamat, enam orang tewas, termasuk sejumlah pengawal dan seorang petugas keamanan Qatar.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Qatar”. Sementara Juru Bicara Urusan Luar Negeri UE, Anouar El Anouni, menilai tindakan Israel melanggar hukum internasional dan berisiko memicu eskalasi regional.
Spanyol Ambil Langkah Tegas
Spanyol menjadi negara pertama yang mengambil langkah konkret. Beberapa jam setelah serangan di Doha, pemerintah Spanyol mengesahkan dekret embargo senjata terhadap Israel. Aturan itu melarang kapal pengangkut senjata atau bahan bakar Israel berlabuh di pelabuhan Spanyol dan menutup wilayah udara bagi jet tempur Israel.
Selain itu, Spanyol juga meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza serta melarang masuk dua pejabat Israel, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyebut kebijakan tersebut sebagai “langkah yang diperlukan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina” dan menegaskan tekad Spanyol memimpin respons Eropa.
Respons Eropa dan Dunia
Kecaman juga datang dari negara Eropa lain. Menlu Norwegia Espen Barth Eide menyebut serangan Israel “pelanggaran serius hukum internasional”. PM Inggris Keir Starmer menyampaikan protes dalam pembicaraan dengan Sekjen NATO Mark Rutte.
Menlu Jerman Johann Wadephul menilai serangan Israel “tidak dapat diterima” karena mengancam negosiasi pembebasan sandera Hamas. Sementara itu, Kemenlu Slovenia dan Portugal juga menyampaikan solidaritas dengan Qatar, menekankan pentingnya gencatan senjata dan solusi dua negara.
PBB dan UE Perkeras Sikap
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk menuduh Israel melakukan pembunuhan massal, menghalangi bantuan kemanusiaan, danajuga menggunakan retorika genosida. Ia menyerukan penghentian transfer senjata dan mendorong gencatan senjata segera.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan Eropa akan menunda dukungan bilateral kepada Israel, menjatuhkan sanksi terhadap pejabat dan pemukim ekstremis, serta menangguhkan sebagian Perjanjian Asosiasi UE–Israel. Selain itu, UE membentuk Palestine Donor Group untuk mendukung rekonstruksi Gaza.
Tekanan Publik Meluas
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 64.000 warga Palestina tewas sejak Oktober 2023 akibat kampanye militer Israel.
Tekanan publik pun terus meningkat. Di Brussel, sekitar 70.000 orang turun ke jalan dalam aksi bertajuk “Red Line for Gaza”, salah satu demonstrasi terbesar di Belgia dalam beberapa tahun terakhir. Aksi serupa digelar di London, Paris, dan Stockholm, menyerukan gencatan senjata serta pengakuan terhadap Negara Palestina.
Menuju Pengakuan Palestina
Meluasnya agresi Israel, termasuk serangan ke Qatar, memaksa Eropa menyesuaikan kebijakan. Selain Spanyol, Prancis, Inggris, dan Belgia bersama Kanada dan Australia berencana secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sidang Majelis Umum PBB (UNGA) akhir bulan ini.
(**)











