Uang Hasil Menjambret Handphone Digunakan Judi Online

SIDANG TUNTUTAN-Sidang tuntutan dengan terdakwa Apriliadi dan Rama Wijaya, yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Palembang, Rabu (9/9/2020).

Palembang, Sumselupdate.com-Dua terdakwa kasus jambret hanya bisa pasrah saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, dengan tuntutan 6 tahun penjara.

Tuntutan untuk dua terdakwa atas nama Apriliadi (25) dan Rama Wijaya (25) dibacakan JPU pada persidangan yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (9/9/2020).

Bacaan Lainnya

“Menuntut agar kedua terdakwa dapat dipidana masing-masing selama 6 tahun penjara,” ujar JPU.

Mendengar tuntutan dari JPU, kuasa hukum kedua terdakwa Daud Dahlan, SH, MH, langsung mengajukan pembelaan (Pledoi) di hadapan majelis hakim.

“Memohon keringanan hukuman yang mulia. Apabila terbukti bersalah mohon hukuman yang seadil-adilnya Pak hakim,” tutur Daud kepada majelis hakim.

Setelah mendengarkan tuntutan dari JPU dan pembelaan dari kuasa hukum terdakwa, majelis hakim yang diketuai Sahlan Effendi, SH, MH, menunda sidang pekan depan dengan agenda pembacaan putusan (Vonis).

Dalam dakwaan JPU, perbuatan keduanya bermula pada bulan Juli 2020. Saat itu kedua terdakwa menggunakan sepeda motor sengaja merampas 1 unit handphone milik korban Asrida di sekitar wilayah Lorok Pakjo, Palembang.

Menurut pengakuan terdakwa handphone tersebut dijual seharga Rp700 ribu kepada pembeli melalui COD (bertemu langsung). Uang itu digunakan terdakwa untuk makan dan bermain judi online. Atas kejadian itu korban Asrida mengalami kerugian Rp3 juta. (Ron)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.