Tuntut Transparansi CSR, Massa Demo Di Kantor PT Pusri

Rabu, 7 September 2016
Massa pendemo PT PUSRI (Foto: Sriwijaya Post)

Palembang, Sumselupdate.com – Puluhan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Lingkungan PT Pusri melakukan aksi di depan Kantor PT Pusri Jalan Mayor Zen Palembang, Rabu (7/9) pagi.
Dalam orasi itu para pendemo memiliki 13 tuntutan yakni:
1. Menuntut Manajemen PT Pusri bersikap transparansi dalam pengelolaan CSR.
2. Menuntut transparansi terhadapa sistem pengelolaan pengadaan dan jasa khususnya mekanisme prosedur tender.
3.  Menuntut pertanggung jawaban pengelolaan limbah B3 (katalis) yang selama ini memanipulasi pemahaman publik.
4. Menuntut PT Pusri terhadap penyelesaian pembebasan lahan green barrier tahun 2004
5.  Menuntut mengganti posisi jabatan manajer PKBL
6. Transparansi tentang pola rekrutmen tenaga kerja di lingkungan PT Pusri
7. Menggugat sistem monopoli yang dilakukan PT Pusri yang mematikan kesempatan para pengusaha kecil
8. Menggugat kebijakan profit oriented dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit PT Pusri
9. Menuntut manajemen melibatkan unsur masyarakat dalam kebijakan publik
10. Menggugat PT Pusri yang memberlakukan penilaian pembinaan masyarakat lingkungan berdasarkan ring.
11. Menuntut transparansi dalam proyek kelistrikan STG.
12. Meminta PT Pusri memberlakukan rehabilitasi terhadap lingkungan akibat berbagai pembangunan fisik pusri.
13. Menuntut adanya rumusan, fase pelaksanaan dan pengawasan program CSR.

“Jangan salahkan kami jika orasi kami tidak didengar oleh direksi. Kami akan melakukan aksi lagi dengan masa yang lebih besar. Bahkan kami akan mengambil momentum saat RI 1 berkunjung kesini,”  ujar Dewan Pembina Aliansi Masyarakat Lingkungan PT Pusri, Suparman.

Read More

Suparman mengatakan, pihaknya menuntut  transparansi pengelolaan pekerjaan, pengadaan, dan jasa lingkungan PT Pusri. Khususnya tentang mekanisme dan prosedur tender baik di lingkungan pabrik maupun di luar pabrik.
Massa menilai, PT Pusri seharusnya lebih berpihak kepada masyarakat sekitar Kalidoni dan lain-lain. Bukan CSR dialihkan kepada daerah lain. Sementara warga hanya mendapatkan limbahnya saja.

“Warga cuma mendapatkan limbah. CSR dialihkan ke daerah lain. Sementara warga di sini masih banyak sengsara. Kalian itu berdiri di Palembang, seharusnya mensejahterahkan warga Palembang bukan orang lain hingga Amerika. PT Pusri harus ada audit eksternal,” tegasnya.

Setelah melakukan orasi dan menyampaikan unek-unek sekitar satu jam, akhirnya manajemen PT Pusri mau menemui para pendemo.

Sebanyak 15 perwakilan warga diajak berdialog bersama para manajemen PT Pusri.

Supervisor Komunikasi, Hajidin Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa mengambil kebijakan terkait tuntutan para warga.

Manajemen perusahaan plat merah itu untuk sementara akan menampung aspirasi para pendemo.

“Belum bisa kita ambil keputusan. Kami akan berdialog dahulu kepada perwakilan warga. Hasil dari rapat ini akan kita sampaikan ke jajaran direksi yang kemudian baru diketahui apakah hasil dari tuntutan para demonstran ini,” jelasnya. (ery)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts