Palembang, sumselupdate.com – James Silitonga, SH salah satu lawyer Asosiasi Pesepakbola Professional Indonesia (APPI), mencabut gugatan yang mereka layangkan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (10/7/2019).
“Hari ini kita akan menyampaikan akte perdamaian atau van dading antara APPI mewakili pesepakbola profesional bersama pihak klub Sriwijaya FC yang sudah membayarkan hak eks pemain Sriwijaya FC sebanyak 2,8 milyar untuk seluruh 28 pemain. Selanjutnya kita dari penggugat akan mencabut gugatan dan sidang akan selesai,” terangnya.
Sementara itu, Faisyal Mursyid selaku yang diamanatkan PT SOM, menerangkan, agenda hari ini pihak tergugat akan mencabut gugatan mereka karena pihak club Sriwijaya FC telah menyelesaikan gaji para pemain musim lalu.
“Artinya ini sudah selesai dan tidak ada masalah lagi, karena penggugat telah resmi mencabut gugatan mereka,” ujarnya.
Sebelumnya,Sriwijaya FC hampir saja gagal mengikuti kompetisi Liga 2 2019. Penyebabnya adalah tunggakan hutang kepada pemain lama dengan nilai total Rp 3 Miliar. Bersyukur sudah ada dana talangan yang menyelamatkan Sriwijaya FC.
Sempat mencuat informasi para pemain tersebut melaporkan perihal tersebut ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), lantaran tidak mendapat titik temu dengan Manajemen lama.
Selanjutnya APPI beberapa kali berkirim surat ke PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pemilik Sriwijaya FC. Mengalami kebuntuan, akhirnya APPI membawa kasus ini ke pengadilan. Ancamannya adalah Sriwijaya FC dilarang berkompetisi di liga 2 2019 apabila gagal menyelesaikan persoalan tersebut.
PT SOM sebenarnya sempat memberi solusi melalui dana subsidi dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Namun PSSI mengingatkan Sriwijaya FC bahwa kewajiban kepada pemain tidak ada hubungan langsung dengan dana subsidi yang belum turun. Artinya PSSI meminta Sriwijaya FC melunasi hutang ke pemain tanpa menunggu dana subsidi PSSI.
Situasi ini jelas sangat memberatkan, mengingat biaya untuk pelunasan tersebut sangatlah besar. Belum lagi klub harus terus berjalan sembari merekrut tim untuk menjalani kompetisi Liga 2 2019. (tra)











