Palembang, Sumselupdate.com – Ratusan juru parkir yang tergabung dalam Yayasan Keluarga Juruparkir Palembang (YKJPP) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, Senin (24/7/2017) sekitar pukul 11.00.
Dengan membawa sejumlah spanduk dan pengeras suara, massa yang mengenakan rompi parkir ini menuntut Pemerintah Kota Palembang membatalkan swastanisasi parkir online. “Kami menuntut pemerintah membatalkan swastanisasi parkir online yang diterapkan beberapa waktu lalu,” jelas Ketua YKJPP Alex Pandawalima saat menyampaikan orasi.
Selain itu, pihaknya juga menuntut Pemkot Palembang agar meninjau ulang berapa jumlah titik parkir yang ada di Palembang sejak tahun 2012 hingga 2017 untuk mengurangi kebocoran Pendapat Asli Daerah (PAD).
“Memenuhi target PAD, kita akan membuka satu rekening bank dan juru parkir menyetor kesana. Untuk mengurangi kebocoran, yang selama ini dikelola oleh pemerintah dan menyetor ke Dishub UPTD Parkir,” ujarnya.
Ditambahkan Alex, pihaknya juga meminta Pemkot Palembang melalui Dishub UPTD Parkir untuk mengembalikannya baju, rompi, dan surat tugas yang sebelumnya diambil paksa oleh pihak swasta.
“Kemarin pada saat swastanisasi, pihak swasta didamping oknum-oknum TNI dan Polri, mengintimidasi serta merampas hak juruparkir berupa rompi, pakaian dan surat tugas, kami minta segera dikembalikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Palembang Darmawan mengatakan pihaknya akan mencarikan solusi, medias, musyawarah mufakat agar jangan sampai juruparkir dirugikan dan pemerintah dapat memenuhi target.
“Mereka melakukan aksi damai, menyampaikan keluh kesahnya. Untuk itu, kami carikan solusinya, agar juruparkir tidak dirugikan dan Pemkot Palembang dapat memenuhi target yang diinginkan oleh DPRD Kota Palembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan sangat mendukung dengan saran dari juruparkir untuk membuka satu rekening bank. “Jadi mereka bisa terkontrol, nanti hak dan kewajiban mereka akan di MoU terlebih dahulu, kami sangat mendukung sekali usulan itu agar tidak ada lagi kebocoran seperti selama ini,” tuturnya.
Usai menyampaikan pendapatnya, ratusan massa yang terdiri dari lelaki tersebut membubarkan diri dengan tertib dan mengancam akan melakukan aksinya Kembali juga tuntutannya tidak dipenuhi. (tra)











