Tujuh Jam Diperiksa Polisi, Wabup OKU Johan Anuar Tidak Ditahan

Wabup OKU Johan Anuar usai menjalani pemeriksaan hampir tujuh jam di Polda Sumsel, Senin (19/9).

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam, Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anuar yang ditetapkan tersangka dugaan kasus korupsi lahan kuburan tidak ditahan penyidik Polda Sumsel, Senin (19/9/2016).

Johan yang diperiksa di Gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel keluar sekitar pukul 18.15. Bersama kuasa hukumnya, Johan meninggalkan Mapolda Sumsel menggunakan mobil jenis Toyota Fortuner warna putih dengan nomor polisi BG 1955 K.

Bacaan Lainnya

Saat menunggu mobil jemputan, Johan mengaku tidak terganggu atas statusnya sebagai tersangka. Johan sendiri akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Wakil Bupati OKU.

“Tidak mengganggu, saya masih kerjakan tugas-tugas saya,” kata dia.

Mengenai kasus yang disangkakan, Johan tak bersedia menjelaskan. Hanya saja, dia akan mematuhi proses hukum dan akan hadir jika kembali dipanggil penyidik.

“Saya tidak bisa ngomong soal itu dik ya, nanti saja,” singkat dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan, penetapan Johan sebagai tersangka sudah berlangsung sejak satu pekan terakhir.

Sebelumnya, kasus tersebut telah dilakukan gelar perkara di Mabes Polri. Empat orang tersangka yakni Hidirman selaku pemeilik lahan, Najamudin Kepala Dinas Sosial OKU, Ahmad Junaidi mantan asisten 1 OKu dan Umortom mantan Sekda OKU. Mereka kini telah menjalani masa tahanan di rutan Pakjo Palembangn setelah divonis oleh hakim.

“Kejadiannya 2013 lalu, saat tersangka (Wabup OKU-red) masih menjabat sebagai ketua DPRD OKU. Johan juga dikenakan dua pasal, yakni Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang tindak pidana korupsi ancaman hukumannya 20 tahun penjara dan disangkakan tindak pidana pencucian uang,” jelas dia.

Ketika disinggung soal penahanan, menurut Djarod akan ditentukan oleh penyidik.

“Nanti tergantung penyidik,” singkat Djarod.

Johan Anuar ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi lahan kuburan berdasarkan hasil gelar perkara di Mabes Polri beberapa waktu lalu. Terungkap, unsur-unsur pidana yang dilakukan tersangka sudah lengkap dan terpenuhi.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran penyediaan 10 hektar lahan kuburan di OKU tahun 2012 senilai Rp6,1 miliar itu terungkap pada 2014 lalu. Johan sudah dipanggil empat kali tetapi saat dirinya masih menjabat Ketua DPRD OKU.

Dalam kasus ini, diduga Johan turut menikmati hasil pembelian lahan kuburan tersebut. Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni Hidirman (pemilik lahan), Najamudin (Kepala Dinas Sosial OKU), Ahmad Junaidi (eks Asisten I OKU), dan Umortom (eks Sekda OKU). (man)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.