Laporan: Endang Saputra
Muaraenim, Sumselupdate.com – Tujuh dari sembilan desa di Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muaraenim terkena imbas dari banjir kiriman dari Kabupaten Lahat, disebabkan meluapnya Sungai Lematang dan Sungai Enim, Jumat (10/3/2023).
Banjir tersebut menggenangi desa yang ada di bantaran Sungai Lematang di Kecamatan Ujanmas meliputi Desa Tanjung Raman, Muara Gula Lama, Pinang Belarik, Ujanmas Ulu, Ujanmas Lama, Guci, dan Desa Ulak Bandung.
Camat Ujanmas Hasman Hadi mengatakan, banjir tersebut merupakan hal sering terjadi di ketujuh desa dan hampir setiap tahunnya.
Namun, kali ini menjadi perhatian lantaran musibah banjir di Kabupaten Lahat sangatlah besar dan mengakibatkan sejumlah rumah warga terbawa arus hingga menimbulkan korban jiwa.
Atas musibah itulah, banjir kali ini menjadi perhatian yang cukup serius karena dikhawatirkan akan berdampak juga ke sejumlah desa yang ada dialiran Sungai Lematang.
“Kami khawatir akan banjir kiriman dari Kabupaten Lahat dan juga banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Enim di Kecamatan Panang Enim yang mengalir ke Sungai Lematang yang berakibat patal ke wilayah kita khususnya desa yang berada di tepian Sungai Lematang,” ungkapnya di sela memonitor banjir di Desa Guci, Kecamatan Ujanmas.
Diakuinya jika bencana banjir kali ini cukup besar dibandingkan biasanya bahkan ketinggian air ada yang mencapai tiga meteran.
“Banjir kali ini cukup besar dari biasanya. Apalagi di Desa Guci saat kita monitor tadi mencapai tiga meteran. Namun, kondisi masih relatif aman karena debit air sudah mulai berangsur surut. Akan tetapi kita tetap mengimbau agar menjauh dan berhati-hati serta selalu waspada. Kalau bisa untuk sementara agar tinggal ke tempat lebih aman kepada warga karena kita takutkan sewaktu-waktu curah hujan cukup tinggi di hulu sungai akan berdampak meningkatnya debit air di Sungai Lematang,” ujarnya.
Sementara itu, Ilpansyah (39), warga Desa Ujanmas Lama yang terkena banjir berharap air dapat segera surut, sebab dampak banjir ini mereka mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan tidak bisa mencari nafkah.
“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada korban jiwa. Akan tetapi korban materil cukup banyak mengingat ratusan rumah warga yang terendam air. Apalagi sumber air bersih tidak ada akan menyebabkan kerentanan akan timbulnya penyakit. Oleh karena itu kami berharap kepada pemerintah untuk dapat membantu serta memberikan solusi terbaik terhadap warga terdampak banjir kali ini,” harapnya. (**)











