TKS Ini Diuji Hafalan Pembukaan UUD 1945

Rabu, 6 April 2016
tampak salah satu peserta sedang mengucapkan Pembukaan UUD 1945 dihadapan dewan juri

PALI, Sumselupdate.com – Menyambut Hari Jadi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ke-3, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten PALI menggelar lomba pengucapan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 di dalam lingkungan instansinya.

Lomba yang diikuti oleh 62 Tenaga Kerja Sukarelawan (TKS) di dalam BKBPP ini digelar selama tiga hari (6 s.d 8 April).

Yuli salah satu peserta yang mengikuti lomba ini mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam perlombaan kali ini.
“Yang jelas bagi saya kak, lomba itu bukan hanya menjadi juara. Tapi bagaimana kita bisa berpartisipasi serta memaknai arti sesungguhnya Pembukaan UUD 1945, khususnya untuk generasi muda sekarang,” tutur Yuli usai mengikuti lomba yang digelar di Kantor BKBPP, Rabu (6/4).

Sementara itu, Kepala BKBPP Kabupaten PALI, Suprihyatno mengungkapkan selain memeriahkan Hari Jadi Kabupaten PALI, digelarnya lomba pengucapan Pembukaan UUD 1945 itu bertujuan agar para TKS di lingkungan kerjanya benar-benar memaknai arti dari UUD 1945.

“Di dalam pembukaan UUD 1945 itu ada juga nilai kebangsaan, seperti nilai Pancasila yang menjadi dasar bangsa Indonesia. Sebagai generasi muda penerus bangsa, para TKS di BKBPP ini wajib untuk hafal serta menghayati isi dari Pembukaan UUD 1945 tersebut. Jangan sampai mereka lupa sejarah, apalagi harus melecehkannya, seperti yang terjadi baru-baru ini,” ujar Suprihyatno ketika dijumpai sumselupdate.com, Rabu (6/4).

Dalam lomba kali ini, lanjut Suprihyatno ada tiga kriteria yang dinilai.

“Penampilan, Intonasi, serta materi (pengucapan Pembukaan UUD 1945). Dari 62 peserta ini, nanti akan terpilih lima besar, kemudian lima besar ini akan kembali dilombakan. Setiap pemenang, akan mendapat penghargaan serta cindera mata dari BKBPP Kabupaten PALI,” tambahnya.

“Kita ingin tanamkan setiap TKS yang ada di BKBPP, serta TKS di kabupaten PALI agar tidak berfikir sukuisme dengan membeda-bedakan asal daerah. Jelas itu sudah menyalahi makna dari UUD. Karena seyogyanya, kita tetap satu bangsa, Republik Indonesia dan yang pasti ikut membangun kabupaten PALI. Seperti kata pepatah, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,” tutupnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts