Baturaja, Sumselupdate.com – Salah satu anggota DPRD Kabupaten OKU dapil Lubuk Raja, Ridar Hariyuwono terlibat adu mulut dan nyaris bentrok dengan Irsan Audi, juru bicara (jubir) warga Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja yang menolak penambangan batubara di kawasan itu.
Kejadian bermula saat anggota DPRD OKU melakukan sidak areal yang akan dijadikan lokasi tambang batubara oleh PT Selo Argodedali di wilayah Desa Batu Winagun dan Baturaden Batumarta, Kecamatan Lubuk, Senin (24/9/2018).
Sampai di kawasan tersebut sidak yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten OKU, Ferlan Yuliansyah ID Murod melihat jalan menuju kawasan tambang yang telah diportal warga.
Selang beberapa saat Ferlan serta beberapa anggota dewan lainnya menumpang ojek menuju areal tambang. Sampai di kawasan lahan yang sudah digusur terlihat tak ada aktifitas, dua alat berat berada di kawasan itu tak difungsikan.
Suasana saat itu memang terlihat masih ‘cair’, selang beberapa saat diketahui perwakilan PT Selo Argodedali Dedi Herwan tiba menghampiri dan menjelaskan beberapa masalah terkait kawasan yang akan dijadikan tambang batubara itu.
Areal tambang yang semula sepi dan hanya beberapa anggota dewan, pihak perusahaan dan pihak kecamatan. Namun sesaat kemudian tiba-tiba datang warga dari berbagai arah. Ratusan warga nampak berduyun-duyun melihat sidak wakil rakyat OKU itu.
Puncaknya salah satu perwakilan rakyat bisa dikatakan jubir bernama Irsan menghampiri para anggota dewan, di mana salah satunya Ridar Hariyuwono serta pihak perusahaan yang sebelumnya telah lama tiba.
Terjadi diskusi alot, pihak warga melalui Irsan menyampaikan beberapa hal yang menjadi tuntutan warga yakni penghentian aktifitas tambang secara total di kawasan Batumarta. “Masyarakat Batumarta ini menolak, itu harga mati,” tegas Irsan.
Dirinya saat itu menyebut pihak perusahaan tidak ada itikad baik termasuk tidak melakukan sosialisasi. “Ini tamu yang tidak bagus,” ucap Irsan saat menyampaikan unek-unek warga kepada pihak perusahaan serta beberapa anggota dewan.
Namun, entah apa sebabnya selang beberapa saat saat terjadi cekcok antara Ridar dan Irsan, “Ah awak ni dak bener,” ucap Irsan kepada Ridar.
Lalu terjadi cekcok, Ridar yang nampak emosi saat itu berteriak “Bukan dak lemak aku ni, aku ni menjalankan tugas memperjuangkan masyarakat,” ucapnya lantang.
“Amen jagoan seluruhnya minggir aku yang belago samo dio, jangan ado yang ikut,” ucap Ridar yang coba ditenangkan rekannya.
Pantauan di lapangan, warga berteriak lantang dan tetap menolak keberadaan tambang itu. “Akan terjadi pertumpahan darah di sini jika tambang masih dilaksanakan,” teriak warga sambil membubarkan diri.
Sementara Irsan sendiri saat ditanya mengenai insiden dengan anggota dewan tadi, tak mau banyak bicara. “Yang jelas sampai kapanpun kami akan tetap menolak,” terangnya. (wid)











