Muratara, Sumselupdate.com – Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan bertugas melakukan pengumpulan data dan observasi terhadap potensi sumber daya alam (SDA) di Kabupaten Muratara untuk melakukan kajian potensi SDA yang ada.
Dengan hasil tersebut diharapkan dapat memetakan dan membuat strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun sebelum melakukan tugasnya, tim diterima langsung Bupati Muratara Drs HM Syarif Hidayat, MM.
Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat, mengungkapkan Kabupaten Muratara yang merupakan Daerah Otomomi Baru (DOB) tentunya masih membutuhkan strategi dalam upaya peningkatan daerah. Kabupaten Muratara masih ada daerah yang tertinggal tapi pemerintah daerah terus berupaya agar bisa keluar dari ketertinggalan.
“Alhamdulillah baru-baru ini kita mendapat penghargaan atas keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, perda RTRW, RPJMD Dan terlaksana dengan baik Pemilukada di DOB. Dengan progress bagus dimana semester 1 tahun 2017 terdapat peningkatan sebesak 4,74persen dibandingkan tahun 2016,” ujarnya.
Dengan adanya nilai positif atas evaluasi Kementerian dalam negeri, diharapkan Kabupaten Muratara tidak lama lagi keluar dari kata DOB. Untuk itu dalam hal pendapatan daerah harus diperhatikan. Sebagaimana diketahui Kabupaten Muratara kaya akan SDA, seperti emas, batu bara, perkebunan sawit dan kebun karet.
Maka dari itu, perlu sekali adanya strategi bagaimana menggali, meningkatkan potensi SDA tersebut, melalui Tim UGM Yogyakarta diharapkan mampu untuk penggalian SDA yang ada di Kabupaten Muratara dan memetakan serta membuat strategi bagaimana memaksimalkan potensi-potensi tersebut.
Sementara itu, Ketua tim peneliti UGM Yogyakarta, Bidang Pengelola MAP Fisipol UGM,
Prof Dr Wahyudi Kumorotomo didampingi, Drs Ahmad Jamli menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan observasi, pengumpulan data dari Dinas atau instansi yang ada. Untuk selanjutnya melakukan penilaian sejauh mana data dan potensi daerah di Kabupaten Muratara, khususnya dalam peningkatan PAD.
“Dalam menjalankan tugas ini tentunya sangat dibutuhkan kerja sama seluruh pihak, terutama dinas-dinas yang berkaitan dengan potensi guna peningkatan PAD untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Muratara. Peluang sebagai daerah pemekaran akan besar bila dikelola dengan bersama,” jelasnya.
Menurutnya, Belanja Kabupaten Muratara cukup besar, misalnya saja untuk sewa kantor bagi 35 OPD dimana beban sewa mulai Rp30-60 juta dan DAU yang bertambah bertambah 4’09 persen, artinya masih relatif kecil.
“Kita kan melakukan analisis dengan kesedian data. Sehingga kami mohon Beberapa hari kedepan akan berkoordinasi dan bertanya untuk menjadi dasar dan analisis untuk menyusun laporan dan penentuan strategi terbaik dalam peningkatan PAD di Muratara,” bebernya.
Sedangkan Wakil Ketua (Waka) II DPRD Kabupaten Muratara Hendri menyambut baik adanya tim UGM Yogyakarta yang akan melakukan observasi dan kajian terhadap potensi SDA yang ada di Muratara untuk dikembangkan sehingga dapat meningkatkan PAD.
“Tentunya kita menyambut baik dengan hadirnya tim UGM ini, kita berharap setelah didapatkan data dan strategi dalam hal pemberdayaan SDA dapat meningkatkan PAD yang signifikan sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat kita,” kata dia.
Dijelaskannya, saat ini PAD kita baru RP, 59 M memang mengalami peningkatan dari sebelumnya yakni Rp. 27 M. Mudah-mudahan dengan adanya terobosan UGM ini dapat menambah PAD kalau bisa mencapai di atas Rp100 miliar.
“PAD kita saat ini kecil, akan tetapi sudah ada peningkatan dibandingkan sebelumnya, harapannya ada strategi yang dihasilkan oleh tim UGM ini sehingga dapat meningkatkan PAD kita, kalau bisa diatas Rp100 miliar,” harap Hendri. (ain)











