Palembang, Sumselupdate.com – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Nizar Ali mengharapkan para petugas haji baik itu petugas yang menyertai Jemaah haji (Petugas Kloter) maupun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH/Non Kloter) Arab Saudi memahami dan menjalankan 8 inovasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019.
Hal tersebut disampaikan Nizar pada acara Pemantapan Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) Jamaah Haji Kantor Kemenag Kota Palembang di Aula Pusat Informasi Haji, Kamis (4/7/2019).
“Untuk lebih meningkatkan kualitas layanan haji, pada musim haji tahun ini Kementerian Agama RI telah mencanangkan delapan inovasi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji. Ini harus sama-sama kita sukseskan termasuk oleh para Karu dan Karom,” kata Nizar.
Dia mengungkapkan bahwa hasil survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia pada tahun 2018 berhasil meningkat menjadi 85,23%. Peningkatan indeks yang terkategori sangat memuaskan ini merupakan hasil dari penerapan 10 inovasi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun yang lalu.
Indeks kepuasan ini, sambung Nizar, diharapkan dapat lebih meningkat dengan penerapan 8 Inovasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019.Kedelapan inovasi itu meliputi kebijakan fast track (jalur cepat) imigrasi, sistem sewa hotel full musim, perbaikan layanan di Armina (Arafah, Musdalifah, Mina), revitalisasi Satgas Operasional Armuzna, dan panduan pemermudah ibadah haji.
Inovasi selanjutnya adalah pengintensifan sistem laporan haji terpadu, strukturisasi kantor daerah kerja (daker), dan pelayanan bidang kesehatan yang terintegrasi.
Terkait layanan fast track, Nizar menyebut hal ini sudah berjalan tetapi masih terbatas di Bandara Soekarno Hatta.
“Kita sudah meminta Pemerintah Arab Saudi agar melakukan fast track lebih banyak lagi setidaknya di Jakarta, Makasar, dan Medan. Namun layanan tersebut baru berjalan di Bandara Soekarno Hatta karena masih ada keterbatasan sumber daya. Mudah-mudahan tahun yang akan datang kami dapat mengembangkannya di embarkasi yang lain,” tuturnya.
Kemudian layanan inovatif berikutnya, lanjutnya, untuk akomodasi penginapan tahun ini akan menggunakan sistem zonasi dimana Provinsi Sumsel dan Bangka Belitung akan ditempatkan di satu wilayah yakni Raudhah yang berjarak sekitar 4,5 km dari Masjidil Haram.
“Dengan sistem zonasi juga sangat menguntungkan dari segi distribusi konsumsi bahkan tahun ini makanan akan bercita rasa daerah (Sumatera) bukan nusantara,” ungkap Nizar.
Nizar pun menjelaskan tahun ini layanan di Armina yang merupakan masa krusial pada pelaksanaan ibadah haji ini akan semakin baik. “Tahun lalu, tenda di Arafah keadaannya sangat panas dan hanya menggunakan kipas angin, tetapi tahun ini Kementerian Agama sudah menyewakan AC untuk tenda di Arafah,” jelasnya.
Tidak hanya itu saja, dia pun menyampaikan bahwa fasilitas urinoir (toilet) untuk jemaah haji Indonesia ditambah agar mereka tidak harus mengantri lama.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang Deni Priansyah menyebut acara pemantapan Karu dan Karom jamaah haji ini dalam rangka membekali pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab para ketua rombongan dan regu dalam membantu memberikan pelayanan yang terbaik kepada jamaah haji.
“Ada 313 peserta yakni 250 Karu dan 63 Karom yang mengikuti kegiatan ini. Dengan pembekalan ini diharapkan mereka dapat membantu pemerintah dan petugas haji dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaah haji, terutama terhadap mereka yang satu regu atau satu rombongan dengannya”, ujarnya. (shn)











