Laporan: Endang Saputra
Muaraenim, Sumselupdate.com – Dalam mengejar herd immunity bagi anak usia 6 -11 tahun, Dinkes Muaraenim melalui puskesmas, kembali melaksanakan vaksinasi terhadap 942 siswa/i MIN 1 Muaraenim, Rabu (26/1/2022) di Aula MIN 1 Muaraenim.
Kegiatan vaksinasi tersebut dihadiri langsung pengajar, orangtua, dan diikuti siswa kelas I-V MIN 1 Muaraenim dengan dijaga oleh anggota Polres Muaraenim dan TNI.
Kepala MIN 1 Muaraenim Juniar, mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempercepat pencapaian herd immunity terutama di lingkungan siswa/i MIN 1 Muaraenim.
“Untuk siswa MIN 1 Muaraenim yang divaksin sebanyak 942 orang, dengan rincian hari ini sebanyak 760 orang untuk kelas I-V, sedangkan untuk kelas VI sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya sebanyak 182 orang. Dimana imunisasi ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian herd immunity terutama di lingkungan siswa/i MIN 1 Muara Enim,” ungkap Kepala MIN 1 Muaraenim.
Lanjut Juniar, ada sebagian siswanya yang belum divaksin, lantaran ada beberapa halangan, hingga tidak ikut divaksin dan juga sebagian sudah lebih dulu divaksin di luar sekolah.
“Memang ada sebagian siswa kita belum dan tidak divaksin di sekolah. Namun, bukan karena mereka tidak mau di vaksin tetapi pada hari pelaksanaan ada anak yang menderita sakit ketika pelaksanaan vaksin, ada juga yang mempunyai penyakit bawaan dari lahir sehingga ketika vaksin diikhawatirkan akan berbahaya bagi anak tersebut dan ada juga yang sudah vaksin diluar seperti anak Polisi, TNI, dan Tenaga Kesehatan,” ujarnya.
Kedepan, lanjut Juniar, ia berharap dengan dilaksanakannya vaksinasi ini, kedepan anak- anak bisa sekolah secara normal dan bisa mengikuti proses pembelajaraan tatap muka (PTM) 100 persen.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Polres Muara Enim yang telah melaksanakan vaksinasi di MIN 1 Muaraenim. Semoga dengan dilaksanakannya vaksinasi ini proses belajar mengajar di MIN 1 Muaraenim bisa berjalan normal,” ucapnya.
Masih kata Juniar, harapan kedepan dengan telah divaksinnya siswa MIN 1 Muaraenim, anak-anak menjadi lebih sehat dan bisa terbindar dari Covid-19.
“Selain itu, anak-anak bisa melakukan PTM secara langsung, sebab kalau tatap muka tentu sangat berbeda mutunya jika belajar dengan metode Daring. Kalau belajar tatap muka, siswa bisa berinteraksi langsung dengan gurunya jika tidak tahu bisa langsung bertanya kesulitannya dimana. Namun jika belajar dengan sistim Daring anak-anak kesulitan terutama dibidang komunikasinya,” pungkasnya. (**)











