Tingkah Mencurigakan, Tiga Pemuda Ini Diciduk Petugas

Jumat, 6 Juli 2018

Palembang, sumselupdate.com – Tiga pemuda berinisial RK (17), FK (17) dan RS (18) kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu oleh petugas kepolisian Polresta Palembang bersama TNI yang menggelar razia preman dan penyakit masyarakat (pekat).

Ketiganya terjaring razia di bawah Jembatan Ampera, Kelurahan 10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Kamis (5/7/2018) sekitar pukul 21.00. Dari mereka, polisi mengamankan satu paket kecil sabu yang diduga hendak dibuang.

Read More

Informasi dihimpun, tertangkapnya ketiga pemuda ini berawal ketika petugas melihat mereka monda-mandir dengan sepeda motor di lokasi razia. Merasa curiga, aparat kepolisian pun mencoba menghentikan laju kendaraan mereka.

Namun, saat akan dihentikan polisi melihat mereka membuang benda yang mencurigakan sehingga langsung dihentikan. Benar, petugas menemukan satu paket kecil sabu yang telah dibuang. Alhasil, ketiganya digelandang ke Mapolresta Palembang.

RK mengaku, barang itu milik rekannya RS dan dirinya memberikan uang Rp100 ribu dan menyuruh RS membeli sabu dimana rencananya akan mereka berdua gunakan di rumah dia.”RS yang pegang dan membuangnya,” ujarnya.

Namun, RS membantah barang tersebut miliknya. Ia mengatakan, tak tau menau mengenai narkoba jenis sabu-sabu itu.

“Sumpah Pak, bukan punya saya itu. Saya tidak tahu dan bukan saya yang membelinya. Dia (RK) hanya mengarang-ngarang saja,” jelasnya.

Sementara FK yang merupakan adik kandung RS mengatakan ia tidak mengetahui sabu itu. “Mereka bilang mau beli kuota internet Pak, jadi saya ikut. Saya tidak tahu kalau mereka membeli sabu dan saya juga tidak tahu siapa yang pegang,” katanya.

Selain mengamankan ketiga pemuda yang bawa sabu, aparat gabungan ini mengamankan belasan pemuda yang diduga preman. Mereka digelandang ke Polresta Palembang lantaran tidak dapat menunjukan kartu identitas ketika digeledah.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono yang memimpin langsung razia menjelaskan, razia ini dilakukan dalam rangka pencegahan terjadinya aksi kejahatanan, premanisme dan pekat menjelang Asian Games.

“Hasilnya ada beberapa kita amanksn, baik penjuak tuak, warga yang tidak milik kartu identitas dan ada juga yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Akan kita tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku,” jelasnya.

Didamping Wakapolres AKB Prasetyo dan Kabag Ops Kompol Marully Pardede, Wahyu menerangkan ada sekitat 90 personel gabung dari TNI dan Polri yang diterjunkan razia ini. Ia menyebutkan, lokasi yang dituju merupakan lokask dari hasil penyelidikan.

“Polresta bersama TNI merazia preman khususnya di lokasi yang berdasarkan hasil penyelidikan rawan preman, pemerasan, penodongan, parkir liar dan miras. Malam ini kita merazia Pasar 7 Ulu dan melibatkan 90 personel gabungan,” pungkasnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts