Baturaja, Sumselupdate.com – Guna meningkatkan produktivitas VCO atau virgin coconut oil, Tim Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baturaja (Unbara) memberikan mesin peras kelapa kepada Kelompok UMK Disabilitas Bersama Jaya.
Pemberian bantuan mesin peras kelapa ini dilakukan Tim Hibah PkM yang diketuai Dr Santi Indriani, SH, MH, Dosen Program Studi Hukum Bisnis Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Hukum Unbara, Sumatera Selatan.
Dr Santi Indriani, SH, MH dibantu dibantu tim dosen lain dari Multidispliner Ilmu antara lain Dr Lisa Hermawati, MSi (Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Dr Enda Kartika Sari, MSi (Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik dan Informatika).
Ketua Tim Hibah PkM, Dr Santi Indriani, SH, MH menjelaskan, jika timnya mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi melalui Hibah Pengabdian Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Di mana mitra PKM pada kegiatan ini adalah UMKM Disabilitas Bersama Jaya yang didirikan pada tahun 2021 atas dasar inisiatif dari anggotanya yang didominasi oleh para penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi alam yang ada agar termanfaatkan melalui pemberdayaan kelompok disabilitas.
Menurut dia, kelompok disabilitas memiliki potensi masing-masing untuk mengembangkan dan dalam rangka memberdayakan perekonomian, di mana rata-rata penyandang disabilitas adalah perempuan yang mampu diberdayakan untuk membantu perekonomian keluarga.
Sejak awal berdiri, kelompok ini fokus untuk memproduksi VCO atau virgin coconut oil. Dengan pertimbangan tersedianya sumber daya alam yang berlimpah di daerah tersebut, dan untuk meningkatkan value kelapa setelah diolah menjadi VCO.
Dr Santi Indriani, SH, MH menjelaskan jika datangnya Tim PkM Unbara dengan melibatkan peran serta dua mahasiswa Diva Kurnia Sari dan Arif Fathan Abrar, dengan memberikan pendampingan dan bantuan mesin parut kelapa ini bertujuan meningkatkan value kelapa setelah diolah menjadi VCO.
Selama ini, buah kelapa dijual per butir sekitar Rp1.500/butir bahkan lebih murah lagi jika dibeli dengan jumlah yang besar, sementara jika dijual setelah menjadi VCO, harganya menjadi lebih mahal.
Di sisi lain, Tim Hibah PkM Unbara melihat bahwa kondisi eksisting kelompok UMK disabilitas masih menghadapi permasalahan, antara lain proses produksi VCO yang dilakukan oleh kelompok usaha ini masih menggunakan metode tradisional dan belum memanfaatkan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Hal ini menyebabkan rendahnya kapasitas produksi dan kualitas produk yang kurang konsisten. Selain itu, proses produksi yang manual juga menyulitkan bagi para anggota kelompok yang memiliki keterbatasan fisik.
Selain itu Kelompok UMK Disabilitas Bersama Jaya juga belum memiliki legalitas usaha serta sertifikasi halal, selain itu Kelompok usaha juga belum memiliki label dan kemasan dan merek produk yang menarik serta masih belum memanfaatkan pemasaran secara Digital melalui Facebook, IG, WA Bisnis maupun Tiktok .
Datangnya tim Hibah PkM Unbara ini juga selain meningkatkan produktivitas VCO di Kelompok UMK Disabilitas Bersama Jaya, juga dari hasil beberapa riset, VCO bermanfaat sebagai antioksidan, antiinflamasi, antiobesitas, antimikroba, baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, mencegah timbulnya penyakit degeneratif seperti diabetes, lever, serta dimanfaatkan untuk bahan kosmetik dan kecantikan.
Selain memiliki nilai jual yang tinggi, proses pembuatan VCO cukup mudah dan dapat dilakukan dengan metode sederhana produk olahan kelapa murni dipilih karena memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan antara lain. Melihat pangsa pasar yang cukup besar, usaha produksi VCO sangat prospektif.
Pastinya, melalui kegiatan PKM ini terdapat beberapa solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh Mitra antara lain
1. Penggunaan teknologi mesin parut dan peras santan di mana dapat meningkatkan produktivitas dalam produksi VCO, mesin parut dapat menggantikan proses manual parut kelapa, yang biasanya membutuhkan tenaga manusia yang intensif dan waktu yang lebih lama. Selain itu Mesin peras santan juga dapat mempercepat proses pemisahan santan dari parutan kelapa, menghasilkan santan dalam jumlah yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Peningkatan efisiensi dimana pekerja disabilitas dapat memproses jumlah kelapa yang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan metode manual. Untuk mengolah 50 butir kelapa yang butuh waktu 2-3 jam dengan mesin tersebut hanya dibutuhkan waktu sekitar 30-40 menit.
2. Membantu dalam membuat desain kemasan yang menarik dan professional, dengan mencetak label atau logo, nama produk, informasi nutrisi, dan informasi lainnya yang relevan seperti informasi tentang bahan, cara penggunaan, tanggal produksi, tanggal kadaluwarsa, dan sertifikasi halal, hal ini akan memberikan kepercayaan kepada konsumen terkait kualitas dan keamanan produk.
3. Melakukan pendampingan proses perizinan berusaha melalui OSS diterbitkan Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), sehingga mitra memiliki legalitas usaha.
4. Melakukan pendampingan dan membantu mempersiapkan dokumen dan persyaratan untuk pengajuan sertifikasi halal. Membantu Melakukan pemasaran melalaui kegiatan optimalisasi dan memanfaatkan media sosial, akun bisnis (WA, Facebook & Tiktok) untuk menarik perhatian calon konsumen sehingga penjualan menjadi meningkat.
“Semua target yang hendak dicapai dalam pengabdian ini sudah terpenuhi. Kelompok usaha kini sudah memiliki teknologi mesin peras dan parut santan serta mesin Sentrifurgal VCO, NIB (1709240066365) (legalitas Usaha) & Pengajuan Sertifikasi Halal (dalam Proses) Keinginan menghasilkan produksi VCO dalam jumlah besar dapat terwujud melalui pemanfaatan teknologi yang efektif dan efisien sehingga mempermudah pekerja disabilitas dalam meningkatkan produktivitas VCO,” katanya.











