Tim Ahli Teknik Polsri Serahkan Berkas Hasil Uji Lab Cor Beton ke KPK RI, Ada Dugaan Korupsi?

Laporan Henny Primasari

Palembang, Sumselupdate.com — Tim ahli teknik Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyerahkan sejumlah berkas hasil uji Laboratorium Teknik Sipil 35 buah cor beton ke KPK RI. Berkas hasil uji lab dan sejumlah contoh cor beton tersebut langsung dibawa terbang ke Jakarta.

Read More

Dengan keluarnya hasil uji lab apakah menandakan makin kuatnya dugaan korupsi untuk dua proyek jalan cor beton hampir senilai Rp 30 miliar di Bumi Caram Seguguk?

Diduga penyerahan berkas kepada petugas KPK RI dilaksanakan langsung di Gedung Bengkel Jurusan Teknik Sipil Polsri, Jumat (24/9/2021).

“Ya memang kita sudah siapkan berkasnya dan sudah diserahkan hasil lab secara tertulis kepada petugas KPK di lab Teknik Sipil. Orang KPK RI nya datang ke lab Polsri, penyerahan disaksikan juga oleh konsultan, pihak yang mengerjakan proyek tersebut dan sejumlah pegawai. Ya harus hadir semualah untuk menyaksikan,” ujar Ketua Tim Ahli Teknik Sipil Polsri H Zainuddin Muchtar.

Disinggung mengenai hasil uji lab, kesesuaian spek, mutu dan ketebalan, adakah unsur dugaan tindak pidana korupsi, Zai panggilan karib Zainuddin mengaku hal tersebut diserahkan kepada KPK RI.

“Ya silahkan tanya langsung ke petugas KPK RI-lah saya tidak berwenang itu. Yang jelas pekerjaan kami sebagai tim ahli selesai silahkan tanya merekalah (petugas KPK, red),” jelasnya

Sementra itu, Plt Kadis PUPR OI H Ruslan mengatakan tidak mengetahui apakah ASN yang beberapa waktu lalu turut dimintai keterangan ikut hadir atau tidak dalam penyerahan berkas hasil lab uji mutu cor beton tersebut.

“Tidak tahu saya ya, mereka (ASN yang dimintai keterangan-red) hadir atau tidak? Yang jelas mereka (petugas KPK, red) beberapa waktu lalu berkirim surat ke dinas menjelaskan bahwa pemeriksaan lapangan untuk dua proyek jalan usai dilakukan itu saja. Untuk hasil sample uji cor beton saya tidak tahu. Dan Polsri juga tidak mengirimkan hasilnya kesini,” jelasnya.

Sebelumnya belasan orang yang terdiri dari anggota KPK RI bersama Tim Ahli Teknik Sipil Polsri dan Konsultan mengambil uji sampel cor beton menggunakan alat bernilai ratusan juta bernama core drill. Pengambilan sampel cor beton berlangsung dua hari pada Rabu (8/9/2021) dan Kamis (9/9/2021). Total sampel cor beton yang diambil 35 buah. Sampel cor beton tersebut diuji di Lab Polsri.

Pada Rabu (8/9/2021) sampel cor beton diambil sebanyak 20 buah di ruas jalan Desa Pelabuhan Dalam-Inderalaya sepanjang 4 km atau per-ruas diambil satu titik sampel untuk ukuran 200meter,proyek tersebut bernilai hampir Rp18miliar. Sementara Kamis (9/9/2021) sampel cor beton diambil 15buah untuk proyek ruas jalan sepanjang 3 km di Desa Tanjung Miring senilai Rp12miliar.

Tim Ketua Ahli Teknik Sipil Polsri H Zainuddin mengatakan pihaknya bersama enam orang anak buahnya mengambil sampel cor beton menggunakan core drill dengan cara mengebor atau melobangi jalan cor beton. Menurutnya core drill tidak bisa bekerja sendiri, namun untuk menghidupkannya harus dibantu dengan mesin genset dan air.

Selain itu mereka juga menggunakan linggis, cangkul, semen, batu, pasir, meteran, mistar dan sebagainya untuk mengukur ketinggian jalan, dan mengecor jalan yang sudah dilobangi tadi.

“Uji sampel cor beton ini nantinya akan kita bawa ke Lab Polsri, kemungkinan sebulan hasilnya bisa keluar. Jadi nanti yang kita bawa sampel cor betonnya 35 buah. Kita hanya mengeluarkan angka bukan keputusan misalnya sesuai RAB atau tidak. Tinggal pihak KPK-lah yang menentukannya, yang jelas hasil angka ketebalan dan uji mutu cor-an nanti kita kirim ke KPK RI. Untuk kegiatan ini kita tidak hanya disaksikan anggota KPK RI, namun juga dari ASN Pemkab OI, anggota konsultan PT Permata Trakindo dan anggota Mapolres OI,” ujar Ketua Tim Ahli Polsri H Zainuddin, Kamis (9/9/2021).

Pantauan awak media, beberapa orang ASN PUPR OI juga turut serta dalam melakukan pengecekan pemeriksaan fisik volume dan mutu terhadap proyek jalan cor beton di Desa Tanjung Miring Kecamatan Muarakuang.

Mereka juga hadir pada pemeriksaan cek fisik jalan di ruas jalam Desa Pelabuhan Dalam-Inderalaya. Mereka yang turut hadir adalah mantan Kepala Dinas PU PR sekaligus sebagai Pengguna Anggaran (PA) Jun, Fir selaku PPTK, Fir pengawas lapangan, tim PHO Mar dan dari pihak ULP Mus yang ikut dalam memeriksa kedua proyek cor beton tersebut.

Mantan Kadis PUPR OI Jun mengatakan dirinya disini hanya memantau dan melihat saja. “Ini kan masih tanggung jawab dari Kadis lama yaitu AS. Saya masuk kan pas akhir 2018/2019 jadi tidak tahu apa-apa. Sebenarnya ini bukan urusan saya, disini hanya memantau saja,” ujarnya sambil berlalu.

Kanit Tipikor Polres OI Iptu Racmat Jakatara mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemantauan pengawasan pengamanan dan pengawalan terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) RI, untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan fisik volume dan mutu terhadap pekerjaan peningkatan jalan ruas teraebut.

Warga Desa Tanjung Miring Kecamatan Muarakuang Saidin mengatakan sangat senang dengan kedatangan anggota KPK RI bersama tim ahli dan kepolisian.

“Ya jalannya baru 2 tahun sudah rusak, banyak batu-batu koral yang timbul mungkin kurang semen. Memang harus diusut tuntas kasusnya agar pihak yang bersalah bertanggungjawab. Kalau memang ada pelaku korupsi harus ditangkap,” tegasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.