Tiga Sekolah Muaraenim Lock Down, Ditemukan Siswa Positif Covid-19

Pj Sekda Muara Enim Emran Tabrani.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Sebanyak tiga sekolah di kota Muaraenim lock down atau dihentikan sementara proses belajar mengajar terbatas. Hal ini setelah dilakukan tracking rapid test terhadap 15 siswa di SDIT Rabbani Muaraenim oleh Puskesmas Muaraenim dan ternyata satu siswanya positif Covid-19.

Pj Sekda Muaraenim, Emran Tabrani, membenarkan terdapat tiga sekolah yang ditutup sementara proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan secara terbatas. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penambahan kasus pasca ditemukannya satu siswa SD IT Rabbani Muaraenim dinyatakan positif Covid-19.

Read More

“Jika dari hasil tracking rapid test ada siswa dan tenaga pengajar yang terpapar Covid-19. Untuk itu, memang seharusnya sekolah tersebut untuk dihentikan dahulu kegiatan PTM di sekolah dan terpaksa sekolah melalui daring. Supaya tidak ada kluster baru sembari kita melakukan evaluasi kembali,” ungkap Emran, Rabu (09/02/2022) saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp pribadinya.

Kemudian, Emran mengimbau kepada masyarakat dan pelajar khususnya untuk terus mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penular virus Covid-19 ini. Sementara untuk pihak sekolah yang tidak ada masalah untuk terus menggalakan pematuhan protokes.

“Dan bagi sekolah yang siswa dan tenaga pengajarnya tidak ada yang terindikasi terpapar Covid-19, bisa terus melakukan PTM namun dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Maka itu, kami terus menghimbau kepada masyarakat dan pelajar untuk dapat terus mematuhi protokol kesehatan,”himbaunya.

Sementara itu Plt Kadinkes Kabupaten Muaraenim Slamet Oku Asmana, menerangkan bahwa pihak-nya telah melakukan tracking rapid test di empat sekolah yakni SDN 6, SDIT Rabbani, SMAN 1 Muaraenim, dan SMAN 2 Muaraenim, dan hasilnya hanya SMAN 2 Muaraenim yang hasilnya negatif, sedangkan tiga sekolah lainnya ada yang positif Covid-19.

“Atas temuan tersebut, kita meminta kepada tiga sekolah tersebut untuk sementara tidak melakukan kegiatan PTM selama 14 hari dan digantikan dengan sistem Daring, dan setelah itu akan di evaluasi kembali melihat perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Sedangkan untuk sekolah lain, kata OKU  tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan tracking rapid test terutama jika menemukan siswa atau tenaga pengajar yang sakit sesuai dengan gejala Covid-19.

“Tracking ini merupakan tindaklanjut dari hasil temuan  kita beberapa hari lalu di SDIT Rabbani Muaraenim. Dimana saat Tim dari Puskesmas Muaraenim mendapati salah seorang tenaga pengajar wali kelas SDIT Rabbani Muaraenim yang hasilnya positif Covid-19. Dimana awalnya berasal dari salah seorang siswa SDIT Rabbani Muaraenim yang sakit dan berobat ke Puskesmas. Di Puskesmas dilakukan swab dan hasilnya ternyata postif. Kemudian langsung dilakukan tracking rapid test seluruh siswa sekelasnya dan seluruh guru dan staf TU sebanyak 65 orang. Hasilnya ternyata ada satu guru yang positif Covid-19,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Oku pihaknya langsung melakukan tracking rapid test terhadap seluruh siswa didalam kelas tempat guru tersebut mengajar yang kebetulan sebagai wali kelasnya. Dan hasilnya ternyata ada satu siswa yang positif Covid-19.

“Dalam satu kelas ada 22 siswa sementara cuma 15 siswa yang tracking, selebihnya mereka melakukan secara mandiri,” ujarnya.

Atas hasil tracking rapid test tersebut, lanjut OKU Tim gabungan Gugus Covid-19, menyarankan pihak sekolah untuk meliburkan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah tersebut dan menggantinya dengan Daring dari tanggal 7-20 Februari 2022.

“Dan pada 21 Februari 2022, akan dilakukan evaluasi kembali apakah bisa kembali PTM atau belum. Untuk guru yang positif Covid-19, hari ini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan PCR untuk memastikan apakah benar-benar positif Covid-19,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.