Tiba di Palembang Dengan Tangan Terborgol, Augustinus Hanya Tertunduk dan Enggan Beri Komentar

Agustinus, terpidana pekara Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel (kaos hitam) dikawal ketat petugas

Palembang, Sumselupdate.com – Terpidana Augustinus akhirnya tiba di Kota Palembang, untuk menjalani hukuman yang telah ditetapkan.

Pantauan di lapangan, Augustinus tiba di Kejaksaan Negeri Palembang, sekira pukul 19.00 wib, dengan pengawalan ketat petugas.

Bacaan Lainnya

Dengan tangan terborgol yang ditutupi jaket berwarna hitam, Augustinus nampak menghindari sorotan kamera awak media.

Terpidana pekara Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel, itu hanya menunduk dan tidak memberikan komentar apapun.

Dirinya langsung digiring ke lantai dua gedung Kejari Palembang untuk dilakukan rapid antigen.

Sebelumnya, di Jakarta Augustinus sudah melakukan test yang sama yakni test rapid antigen.

Agustinus, terpidana pekara Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel (kaos hitam) dikawal ketat petugas

 

Augustinus Judianto terpidana dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel.

Sebelumnya diberitakan, Augustinus Judianto berhasil ditangkap oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Kejati Sumatera Selatan, pada selasa malam (5/1/2021) sekira pukul 21.30 wib.

Hal ini dibenarkan oleh Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman dihadapan awak media, Rabu (6/1/2021).

Khaidirman mengatakan jika Augustinus Judianto telah ditangkap pada Selasa malam (5/1/2021).

Agustinus, terpidana pekara Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel (kaos hitam) dikawal ketat petugas

 

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2515/K/Pid.Sus/2020 tanggal 14 September 2020, merupakan terpidana dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel.

Terpidana terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1991 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana di ubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 k 1 KUHP.

“Selain hukuman penjara, Augustinus Judianto juga wajib membayar uang pengganti kerugian negara sebesar 13,4 miliar rupiah,” jelas Khaidirman, Rabu (6/1/2021)

Dalam putusan MA tersebut, bahwa terpidana akan dihukum dengan pidana penjara selama 8 tahun, serta denda 200 juta rupiah.

Jika tidak mampu membayar denda sebesar 200 juta itu akan diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan.

Saat ini terpidana Augustinus Judianto, diamankan di Kejati Jakarta Selatan, untuk mengurus administrasi dan akan segera dibawa kesini.

“Tentunya sebelum dibawa kesini, terpidana akan melewati beberapa tahapan pemeriksaan terkait covid-19. Mudah-mudah yang bersangkutan tidak terpapar, agar segera bisa sampai sini,” ujar Khaidirman.

Selanjutnya, jaksa penuntut umum akan memproses terpidana untuk segera menjalani hukuman di Rutan Klas 1 Palembang.(Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.