Terserang Stroke, Mantan Presiden Singapura Wafat

Mantan Presiden Singapura SR Nathan

Singapura, Sumselupdate.com -Mantan Presiden Singapura SR Nathan meninggal dunia akibat penyakit stroke yang terus menggerogoti kesehatannya. Nathan meninggal dunia pada usia 92 tahun.

Dilansir detikcom dari Reuters, Nathan meninggal dunia pukul 21.48 waktu setempat, Senin (22/8/2016), di Singapore General Hospital.

Reuters memberitakan, serangan stroke yang dialami SR Nathan adalah yang kedua dalam beberapa tahun terakhir. Yang terbaru ini dilaporkan membuat kondisinya kritis.

Nathan sudah didiagnosa mengidap stroke pada bulan April tahun lalu. Dan pada akhir bulan Juli tahun kemarin sudah masuk kondisi kritis.

“Almarhum SH Nathan meninggal dengan damai di Singapore General Hospital pada Senin pukul 21.48,” ujar Kantor Perdana Menteri Singapura (PMO).

“Perdana Menteri dan kabinetnya turut berduka cita atas meninggalnya Bapak SR Nathan dan akan menyampaikan belasungkawa mereka kepada keluarga,” lanjut PMO.

Menurut PM Lee. Nathan, yang menjabat 1999-2011, adalah presiden terlama Singapura.

PM Lee menggambarkan Nathan sebagai pemimpin yang “hangat dan ramah” yang “membuat pengunjung terkesan dengan pengetahuan dunia, dan memimpin dengan martabat dan berbeda dari lainnya.”

“Dia adalah putra sejati Singapura,” tambah Lee.

“Sebuah layanan pemakaman kenegaraan akan diselenggarakan Jumat 25 Agustus di University Cultural Centre,” demikian informasi yang disampaikan kantor PM Lee.

Penerima Penghargaan Bergengsi

Dilansir Liputan6.com Lahir pada tahun 1924, Nathan dibesarkan di Muar, Malaysia, sebelum pindah dengan keluarganya ke Singapura. Dia bekerja untuk Jepang selama Perang Dunia II, sebagai penerjemah dan kemudian menjadi pejabat polisi sipil.

Setelah perang berakhir, ia masuk ke jajaran birokrasi Singapura. Lalu memegang sejumlah peran dalam urusan keamanan dan luar negeri, dan menjadi duta besar untuk Amerika Serikat.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Singapura saat itu, Tony Tan memuji Nathan yang telah mendirikan Institute for Defence and Strategic Studies atau Institut Pertahanan dan Studi Strategis — sebuah lembaga pemikiran berpengaruh di Asia Tenggara, dan juga President Challenge serta kampanye filantropis tahunan.

Pada tahun 2009, Nathan menandatangani penggunaan dana besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Uang sebesar $ 4,9 miliar dari cadangan nasional Singapura digelontorkan untuk mengekang efek dari resesi besar. Ketika ekonomi pulih, ia memutuskan untuk tidak kembali menjabat sebagai presiden di periode ketiga.

Setelah kepresidenannya, presiden Singapura ke-6 itu memegang beberapa posisi akademis, meluncurkan dana pendidikan untuk membantu siswa yang kurang beruntung dan menerbitkan dua riwayat serta buku anak-anak.

Tiga tahun lalu, Nathan adalah penerima Orde Temasek, salah satu penghargaan paling bergengsi di Singapura. (hyd)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.