Terkait Survey Elektabilitas Jokowi, PDIP dan Gerindra Punya Penilaian Berbeda

Jumat, 9 Juni 2017
Presiden Jokowi

Jakarta, Sumselupdate.com – Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan elektabilitas Joko Widodo saat ini di atas Prabowo Subianto. Hasil survei ini ditanggapi berbeda oleh Gerindra dan PDIP.

Waketum Gerindra Ferry Juliantoro menilai elektabilitas Jokowi saat ini justru menurun. Salah satu parameter yang dipakai Ferry adalah media sosial.

“Menurut kami, elektabilitas (Jokowi) realitasnya adalah turun. Pertama, di media sosial yang terdiri atas lovers dan haters, jumlah haters sudah lebih banyak,” kata Ferry dalam acara rilis survei SMRC di Jalan Cisadane Nomor 8, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2017) seperti dikutip dari detikcom.

Dia menganggap Jokowi juga sudah kehilangan ‘wow’ factor. Pernyataan-pernyataan Jokowi yang kini kerap memakai kata ‘gebuk’ hingga hubungan dengan JK juga jadi sorotan.

“Masyarakat malah menilai profilnya bukan seperti ‘gebuk-tendang’, harusnya profil yang sederhana, santai. Ada beberapa faktor lagi, hubungan dengan Wakil Presiden makin lama makin kurang bagus, hubungan yang kurang harmonis,” ungkapnya.

Pandangan Berbeda PDIP

Beda dengan Ferry, PDIP sebagai partai pengusung menilai elektabilitas Jokowi kini naik pesat. Elektabilitas Jokowi pun tetap di atas Prabowo.

“Pak Jokowi lebih tinggi lagi pada pilpres, dan sekarang unggul dari Pak Prabowo. Itu kenaikan yang luar biasa,” kata politikus PDIP Maruarar Sirait dalam kesempatan yang sama.

Pria yang akrab disapa Ara ini mengatakan Jokowi memang selalu diterpa isu mengintervensi kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia menegaskan hal itu tidak benar dan publik percaya sehingga elektabilitas Jokowi tetap tinggi.

Sebelumnya diberitakan, SMRC melakukan simulasi jika pilpres digelar sekarang dan hanya diikuti dua capres, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Hasilnya, elektabilitas Jokowi 53,7 persen dan Prabowo 37,2 persen. Adapun yang tidak menjawab 9,1 persen.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan mengambil 1.500 responden sebagai sampel. Survei dilakukan pada WNI yang berumur 17 tahun atau lebih. Margin of error penelitian tersebut plus-minus 2,5 persen. Sedangkan tingkat kepercayaannya 95 persen. Responden dipilih lewat wawancara tatap muka oleh pewawancara yang dilatih. Periode wawancara dilakukan pada 14-20 Mei 2017. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts