Terjaring ‘Operasi Penertiban Tiga Prioritas’, Belasan Kendaraan di OKU Selatan Ditilang

Satlantas Polres OKU Selatan saat melakukan penindakan terhadap pelanggar lalulintas

Laporan: Alpian Patria Jaya

Muaradua, Sumselupdate.com – Guna menciptakan kondisi aman dan nyaman kepada pengguna jalan lain serta untuk mewujudkan tertib dalam berkendara dan memberikan efek jera kepada pelanggar dalam berlalu lintas, Satlantas Polres OKU Selatan kembali menggelar operasi penertiban tiga prioritas, Rabu (6/10/2021).

Read More

Dalam pantauan Sumselupdate.com, operasi berlangsung di simpang Pemkab (pemerintah kabupaten) OKU Selatan dan dipimpin langsung oleh Kanit Regident Satlantas Polres OKU Selatan.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha SH SIK MH melalui Kasatlantas Polres OKU Selatan AKP Muriyanto SH yang disampaikan oleh Kanit Regident Satlantas Polres OKU Selatan Ipda Christian Hadinata mengungkapkan jika operasi yang digelar tersebut bernama operasi ‘penertiban tiga prioritas’.

“Dalam operasi hari ini sesuai dengan perintah dari Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) sesuai dengan judul operasi yakni operasi penertiban tiga prioritas artinya ada tiga point pelanggaran yang menjadi fokus penindakan,” ujarnya

Belasan kendaraan yang terjaring razia

 

“Poin pertama kita akan menindak pengendara yang tidak memakai helm SNI (Standar Nasional Indonesia), Poin Kedua memakai knalpot brong (racing), dan terakhir yakni melawan arus,” tambahnya.

Kemudian lanjut kanit, dari operasi yang digelar tersebut, anggotanya masih banyak menemukan pelanggaran sehingga dilakukan tindakan sesuai dengan aturan, karena semua ada standar prosedurnya,”.

“Terhiting penindakan berupa tilang dilakukan kepada 11 (sebelas) pengendara yang melanggar dan dari ke sebelas pengendara tersebut 4 (empat) barang bukti berupa kendaraan bermotor terpaksa kita angkut / bawa ke kantor Polres OKU Selatan karna memakai knalpot brong juga tidak memakai helm SNI ditambah pula pengendara tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen dalam berlalu lintas seperti tidak memiliki SIM dan STNK,” ungkapnya.

“Terkait batas sampai kapan dan dimana saja operasi ini akan tetap berjalan kita tentu belum bisa memastikan karena mengenai kapan dan dimana sifatnya tentatif selama peraturan masih dilanggar oleh pengendara dan pengendara tidak memiliki efek jera tentu operasi akan tetap berlangsung hanya saja sekedar berubah nama operasinya,”.

“Kami juga terus menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat yang berada di OKU Selatan untuk patuh terhadap peraturan dalam berlalu lintas serta lengkapi dokumen dalam berkendara seperti di antaranya memakai helm SNI, tidak memakai knalpot brong, tidak melawan arus serta bawa selalu SIM dan STNK, memasang spion dan jangan lupa untuk memakai masker guna mencegah penyebaran Covid-19 di OKU Selatan,” Pungkas Kanit Regident bertubuh tinggi besar Ipda Christian Hadinata. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.