Terdakwa Kasus Korupsi Akses Jalan Bandara Pagaralam,  Divonis Empat Tahun Penjara

Suasana sidang pembacaan vonis

Palembang, sumselupdate.com – Terdakwa Muhammad Teguh divonis empat tahun penjara denda Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara.Oleh majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah SH, dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin (29/5/2019).

Direktur Utama PT Baniah Rahmad Utama (BRU) ini duduk di kursi pesakitan karena menjadi terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan akses jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam di tahun 2013 yang merugikan keuangan negara mencapai Rp5,34 miliar.

Bacaan Lainnya

Melalui kuasa hukumnya, Danil, SH terdakwa Teguh menyatakan vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini dinilai terlampau berat.

“Klien kami dalam kasus ini sudah mengembalikan uang sebesar lebih kurang Rp5,3 milyar sesuai dengan taksiran kerugian keuangan negara dari BPKP.

Tapi kenapa justru vonisnya hampir sama seperti tuntutan jaksa selama 4 tahun 3 bulan penjara denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara,” ungkap Danil yang mengaku terhadap vonis ini kliennya siap mengajukan banding.

Dalam amar putusan yang dibacakan Senin (29/4/2019) majelis hakim menilai perbuatan yang dilakukan terdakwa ini tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara, JPU Naim, SH menyatakan sependapat dengan majelis hakim yang mendakwa terdakwa dengan dakwaan primair pasal 2 dan pasal 3 UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Seperti yang terungkap dalam dakwaan JPU, perkara ini merupakan lanjutan dari perkara sebelumnya dengan terdakwa Teddy yang telah di sidang dan di vonis 4 tahun.

Teddy yang merupakan PPK dan Teguh merupakan kontraktor dengan total kerugian negara Rp5 miliar.

Dari hasil perhitungan tim BPKP da perbedaan perhitungan kerugian negara dimana BPKP Rp 5 miliar sedangkan berdasarkan perhitungan BPK RI Rp 247 juta.

Terdakwa mendapatkan pengerjaan proyek pembangunan akses Bandara Atung Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam, nilai pagu anggarannya sebesar Rp 24 Miliar.

Namun pada pelaksanaan pengerjaan tersebut telah terjadi pengurangan volume.

Pengurangan tersebut antara lain panjang, lebar, ketebalan dan lain-lainnya sebagaimana dalam tuntutan penuntut umum dimana terdakwa telah merugikan negara.ujar JPU dalam dakwaannya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.