Terdakwa Dugaan Korupsi Pagar Makam Akui Tak Paham Proyek

Sidang lanjutan dugaan korupsi proyek pagar makam pada Dinas Sosial Kota Pagaralam.

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang lanjutan dugaan korupsi proyek pagar makam pada Dinas Sosial Kota Pagaralam, kembali jalani persidangan, secara virtual di Pengadilan Tipikor Palembang.

Dalam sidang kali ini mendengarkan keterangan empat terdakwa. Adapun empat terdakwa yakni Romzi, Yudi, Gunawan serta Juliansyah, yang keempatnya merupakan kontraktor pelaksana proyek.

Dalam persidangan terungkap, keempat terdakwa mengakui bahwa mendapatkan beberapa paket proyek tersebut tanpa mengetahui dasar-dasar ilmu pengerjaan proyek. Bahkan salah satu terdakwa mengaku tidak mempunyai perusahaan, hanya bermodalkan pinjam CV teman.

“Saya mendapatkan tiga paket dari proyek tersebut dengan nilai kontraknya Rp147 juta, perusahaan itu pinjam dari teman dan tidak mengerti secara umum mengenai proyek,” ungkap terdakwa Yudi.

Senada dengan terdakwa Yudi, terdakwa Romzi mengaku, turut mendapatkan 4 paket dari 18 paket pengerjaan proyek yang mana CV Manalagi miliknya tersebut baru dibuat sekitar tahun 2017 silam.

“CV Manalagi itu saya bikin sendiri dengan wakil direktur itu istri saya sendiri, saya dan istri saya juga tidak mengerti teknis pengerjaan proyek hanya saat pencairan dana itu ditransfer saya ambil sendiri melalui rekening perusahaan,” kata terdakwa Romzi.

Di hadapan majelis hakim para terdakwa kompak mengakui bahwa, perbuatan mereka tersebut telah menyalahi aturan. Oleh majelis hakim persidangan kembali akan digelar pada Selasa dua pekan kedepan dengan agenda pembacaan tuntutan dari penuntut umum.

Ditemui usai sidang Supendi SH MH penasihat hukum untuk tiga terdakwa Romzi, Yudhi dan Gunawan mengatakan bahwa kliennya mengakui kesalahan terutama mengenai teknis pengerjaan proyek.

“Mereka hanya berdasarkan perintah dari terpidana Dolly Harven selaku staff PPK proyek yang telah divonis penjara 1 tahun 3 bulan,” jelasnya

Diketahui, perkara ini merupakan pengembangan kasus sebelumnya yakni dugaan korupsi pengerjaan proyek pagar makam bersumber dari dana APBD Kota Pagaralam tahun 2017 sebesar Rp6,3 Miliar.

Mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp697 juta dari 18 paket proyek. Keempat terdakwa disangkakan melanggar Primer Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.