Terbongkar, Kades Sukawarno Gunakan Dana Covid Buat DP Mobil Selingkuhan

Sidang oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno Kabupaten Musi Rawas bernama Askari (43).

Palembang, Sumselupdate.com – Fakta baru terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi penyelewengan dana Covid-19 oleh oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno Kabupaten Musi Rawas bernama Askari (43) tahun 2020 senilai Rp187,2 juta.

Dihadapan majelis hakim Tipikor Palembang diketuai Sahlan Effendi SH MH, Senin (29/3/2021), terdakwa Askari mengaku, selain menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadi, bermain judi, serta main perempuan, juga untuk membayar uang panjar pembelian mobil selingkuhannya.

“Saat pencairan dana itu, seingat saya Rp70 juta untuk judi togel, Rp50 juta judi Remi Song, ada sekitar Rp20 juta juga digunakan untuk membayar DP mobil selingkuhan saya, yang ikut saya sewaktu menginap di salah satu motel di Lubuklinggau” ungkap Askari dalam video virtual yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuk Linggau dalam agenda pemeriksaan terdakwa.

Seketika, majelis hakim pun bertanya kepada terdakwa tentang maksud selingkuhan tersebut.

“Ya pak, selingkuhan saya itu satu desa yang merupakan istri orang,” jelas Askari.

Sebelumnya, JPU Kejari Lubuklinggau menghadirkan satu saksi ahli bernama Etiansyah Wijaya, dengan sertifikasi sebagai Auditor Inspektorat yang pernah mengaudit desa Sukowarno pada tahun 2020, dari keterangan saksi pada intinya menerangkan membenarkan adanya kerugian negara yang diakibatkan oleh terdakwa.

Setelah mendengar ketetangan saksi sekaligus keterangan terdakwa, majelis hakim kembali akan melanjutkan sidang pada Senin, dua pekan kedepan dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU Kejari Lubuklinggau.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi bantuan Covid-19 diduga dana desa tahap dua dan tiga tahun 2020 senilai Rp187,2 juta tidak diberikan terdakwa. Bantuan itu semestinya diberikan kepada 156 kepala keluarga masing-masing Rp600.000, namun justru digunakan terdakwa untuk membayar utang pribadi, bermain judi toto gelap (togel), dan judi remi.

Karena itu, JPU mendakwa terdakwa dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor. Dalam pasal itu diancam hukuman 20 tahun penjara dan bisa juga terancam hukuman mati. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.