Telat Bayar, Kartu BPJS Non-Aktif

Minggu, 18 September 2016
Kepala KLOK PALI, Sumini, SKm

PALI, Sumselupdate.com – Meskipun saat ini, jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terus mengalami kenaikan secara perlahan di Bumi Serepat Serasan. Ternyata, hal tersebut diiringi dengan tingginya jumlah peserta yang telat untuk membayar iuran bulanan, hingga mencapai angka 50 persen dari jumlah total peserta yang telah terdaftar.

Kepala Kantor Layanan Operasional (KLOK) Kabupaten PALI Sumini, SKM, mengatakan, tingginya angka telat bayar peserta ini disebabkan, adanya aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, bahwa pembayaran iuran BPJS diwajibkan dibayar oleh peserta setiap bulan dengan satu keluarga.

Read More

“Kalau yang telat cukup tinggi. Dari hasil evaluasi kita, angka telat bayar sudah mendekati angka 50 persen lebih dari total pesertanya. Di mana, peserta kita ada sekitar 50 ribu. Sedangkan yang telat bayar sekitar 24 ribu lebih. Jadi memang cukup tinggi dan banyaknya faktor yang menjadi penyebabnya,” ujarnya.

Salah satunya, ialah faktor ekonomi yang saat ini cukup sulit. Di mana, para peserta BPJS sebagian besar merupakan petani karet ini, cukup sulit untuk membayar iuran bulanan, di saat jatuhnya harga jual karet di pasaran. Sehingga, membuat para peserta lebih mengutamakan untuk memenuhi kebutuhanya sehari-hari.

“Namun, kita tetap jalankan aturan. Di mana, peserta yang telat bayar lebih satu bulan. Maka, akan kita non aktifkan kartunya. Dan apabila peserta ingin menggunakan BPJS untuk berobat. Maka, harus terlebih dahulu membayar tunggakan yang belum dibayar hingga waktunya penggunaan,” jelasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts