Muaraenim, Sumselupdate,com –Kasus pembunuhan sadis terjadi di Desa Swarna Dwipa, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) Kabupaten Muaraenim pada Rabu (27/4) sekitar pukul 10.00.
Armadanial (45), warga Pedalaman Talang Pematang Pauh, Desa Swarna Dwipa, Kecamatan SDT, Kabupaten Muaraenim nekat membunuh istri sirihnya secara kejam bersama kedua anak kandungnya yang masih kecil.
Peristiwa itu terjadi di dalam gubuk di tengah kebun kopi milik pelaku di daerah pedalaman di Talang Pematang Pauh, Desa Swarna Dwipa, Kecamatan SDT dengan jarak tempuh sekitar 5 jam perjalanan dari Kota Muaraenim.
Aksi pembunuhan yang cukup sadis itu dilakukan tersangka pada Selasa (26/4), sekitar pukul 23.00. Namun baru diketahui warga pada siang hari Rabu (27/4) sekitar pukul 10.00.
Peristiwa memilukan itu diketahui setelah seorang tetangga pelaku bernama Rosulun hendak meminta minyak tanah ke tempat tersangka dengan cara mendatangi gubuknya.
Ternyata ketika sampai di gubuk itu, Rosulun, melihat istri dan kedua anak tersangka sudah terkapar di lantai gubuk berbentuk panggung itu bersimbah darah.
Setelah dibunuhnya, tersangka masih tetap menunggui istri dan kedua anaknya yang dibunuhnya sambil marah-marah.
Istri dan kedua anaknya, telah dibunuh tersangka secara kejam dengan cara menusuk dan menggorok lehernya menggunakan sebilah pisau dapur cap garpu.
Istri siri tersangka yang tewas diketahui bernama Susi binti Buyung (27) ini mengalami luka tusuk di sekujur tubuhnya dan mengalami luka gorok dilehernya.
Sedangkan kedua anaknya diketahui bernama Makiah (1 tahun) mengalami luka tusuk dan luka gorok di bagian leher.
Sedangkan Parhan (6) juga mengalami luka tusuk hingga ususnya keluar dan luka gorok di leher. Dalam kejadian itu, Parhan tidak langsung meninggal dunia, tetapi sempat bertahan hidup hingga Rabu (27/4) sekitar pukul 10.00.
Bahkan petugas Polsek Semende, bersama Kepala Puskesmas SDT dan perawatnya, sempat berupaya menolong Parhan dengan cara mendatangi korban di lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.
Namun karena Parhan, telah banyak mengeluarkan darah, sehingga nyawanya tidak tertolong lagi.
Lokasi kejadian tersebut, sangat jauh dan berada di pedalaman. Untuk mendatangi lokasi kejadian, harus berjalan kaki. Karena lokasi tersebut berada di perbatasan anatara Kabupaten Muaraenim dengan dengan Kabupaten Lahat tepatnya di kaki Bukit Balai .
Untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, petugas Polsek Semende terpaksa mangamankan tersangka dengan membawanya ke Satreskrim Polres Muaraenim.
Sedangkan jenazah istri dan kedua anak tersangka, telah dimakamkan keluarganya di Desa Swarna Dwipa SDT.
Tersangka Armadania (45), dibawa Kanit Reskrim Polsek Semende, Bripka Mashuri bersama seorang anggotanya tiba di Satreskrim Polres Muaraenim, Kamis (28/4) sekitar pukul 11.30.
Selain membawa tersangka, petugas Satreskrim Semende juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur cap garfu yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa istri dan kedua anaknya. (lip)











