Tambang Batubara Ilegal di Muaraenim Semburkan Api

Kamis, 30 Maret 2017
Seorang petugas kepolisian menunjukkan lokasi tambang batubara ilegal yang ada di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, yang menyemburkan api.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Tambang batubara ilegal yang ada di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Kamis (30/3/2017) mengeluarkan semburan api.

Akibat kondisi cuaca yang cukup panas, ditambah kencangnya tiupan angin, membuat api dan asap hitam pekat terus keluar dari mulut lubang atau terowongan bekas lokasi penambangan ilegal tersebut.

Read More

Mengetahui kejadian itu, Wakil Bupati Muaraenim H Nurul Aman ditemani Ketua Komisi I DPRD Muaraenim Faizal Anwar dan Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Muaraenim, terjun ke lokasi untuk memantau langsung keadaan di sana.

Dikatakan Nurul Aman, Pemkab Muaraenim telah mengerahkan petugas dan mobil Damkar ke lokasi kejadiaan dan dibantu masyarakat sekitar, untuk memadamkan api.

“Selain dengan disemprot air, lubang galian tersebut juga harus ditimbun agar api benar-benar padam dan tidak terjadi semburan api susulan,” kata Nurul.

Dia mengimbau kepada warga untuk tidak lagi melakukan aktivitas penambangan tanpa izin, agar tidak terjadi peristiwa serupa.

Nurul menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan Provinsi terkait permasalahan perizinan, mengingat lahan tambang berada di Kabupaten Muaraenim.

Sementara itu, Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan mengatakan, tambang rakyat yang terbakar ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Pihaknya bersama unsur Muspida juga meminta bantuan PT BA untuk ikut memadamkan api.

“Saat ini fokus untuk menutup lubang dan dibuat saluran gas methanol supaya tidak meledak,” ujar Leo.

Adapun titik yang terbakar hanya satu lokasi namun titik tersebut memiliki lubang yang saling menyambung.

Diungkapkan oleh Leo, lahan atau lokasi yang terbakar ini disinyalir masih melakukan aktivitas galian tambang ilegal.

“Ini ‘kan tambang rakyat, banyak pihak terlibat di dalamnya seperti pemilik lahan dan penambang. Maka untuk menutup aktivitas tambang rakyat ini, butuh koordinasi semua pihak mulai dari Pemda dan warga penambang. Untuk sementara kita sudah memintai keterangan beberapa orang saksi,” jelas Leo.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Muaraenim Faizal Anwar, mengatakan, sangat menyayangkan kejadiaan tersebut.

Untuk itu dirinya berharap kejadiaan kebakaran tambang ilegal into menjadi peringatan bagi pihak terkait agar dapat menertibkan tambang-tambang ilegal ataupun tidak memenuhi dan menaati procedural penambangan yang telah tepat dan ramah lingkungan.

“Kami meminta agar instansi terkait untuk dapat mengambil sikap tegas atas tambang-tambang ilegal dan tambang yang tidak memenuhi standar penambangan yang benar. Sebab, aktivitas penambangan tanpa izin ini telah melanggar aturan baik Undang-undang Lingkungan Hidup maupun Undang-undang Pertambangan,” pungkas Faizal. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts