Muarabeliti, Sumselupdate.com – Itensitas hujan tinggi dalam beberapa bulan terahir yang mengguyur Desa Anyar, Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura), berdampak talut penahan tebing ambruk tergerus air.
Akibat dari talut penahan tebing jebol, mengakibatkan puluhan rumah yang berada di bibir Sungai Musi terancam longsor.
Tak hanya itu, jebolnya talut mengakibatkan dinding dan lantai rumah milik warga retak.
Leni (39), warga Desa Anyar, Kecamatan Lakitan, Kabupaten Mura yang juga pemilik rumah terancam longsor mengaku, peristiwa jebolnya talut penahan tebing tersebut pada malam hari ketika anggota keluaganya sedang tertidur.
“Diding beton penahan tebing itu anjlok ke dalam sungai pada malam hari sekitar jam 23.00. Kami lagi di dalam rumah, terbangun dan berhamburan keluar rumah,” katanya, Minggu (12/3/2017).
Ia menjelaskan, talut penahan tebing tersebut baru dibagun pada tahun 2016 lalu dan semua masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tersebut, senang karena mengira rumah mereka sudah aman dari longsor.
Namun sekarang semua menjadi kecewa, karena belum sampai satu tahun, talut sudah rusak.
“Baru sekitar enam bulan dibangun talut penahan tebing itu sudah anjlok, setiap kali hujan selalu digenangi air karena tanah tinbunanya lebih rendah di banding bangunan,” jelasnya.
Senada dikatakan Normi yang rumahnya juga terancam tergerus air sungai.
Menurut dia, sebelum dibangun talut penahan tebing rumah-rumah warga masih jauh dari bibir sungai, namun sekarang sudah sebaliknya.
“Nah semenjak longsor kemarin, tiang rumah kami sudah hampir jatuh ke sungai. Sebelumnya masih sekitar lima meteran dari bibir sunagai,” ungkapnya.
Ia berharap kepada pemerintah agar dapat segera turun ke lapangan untuk menringakan beban masyarakat yang rumahnya terancam longsor.
“Kami masyarakat di sini minta diperhatikan dan agar pemerintah segera membangunnya kembali. Saat ini kami sangat khawatir rumah kami terguling ke sungai, jika tidak cepat diperbaiki, ” harapnya.
Sementara itu, Seketaris Desa Anyar Jimi Karter membenarkan adanya talut penahan tebing yang berada di Dusun II Anjlok akibat tidak kuat menahan debit air sungai dan hujan beberapa waktu lalu.
” itu sudah kita cek lansung ke lapangan bersama Kepala Dusun II dan sudah kita laporkan secara lisan kepada pihak kecamatan,” pungkasnya. (ain)











