Palembang, sumselupdate.com – Merasa diitimidasi dan dipecat secara massal, puluhan sekuriti yang bertugas di area PT Pertagas, berjumlah 33 orang melakukan unjuk rasa.
Mereka yang telah bekerja selama puluhan tahun di bidang keamanan, puluhan pekerja ini mendatangi kantor perwakilan Pertamina Gas yang beralamat di AKBL Cek Agus di Palembang, Senin (4/5/2018).
Puluhan sekuriti yang merasa diintimidasi dan dipecat secara massal ini, mengaku hanya 4 orang yang dipekerjakan kembali oleh pihak pemenang tender, yakni saat ini dikelola oleh PT BLS.
“31 Mei 2018 kami diberi tahu pemutusan kerja dan 1 juni sudah ada nama orang yang diterima kembali yakni 4 orang dari 33, memang kita habis kontrak. Namun hanya berselang waktu 6 jam kita sudah diputus kontrak dengan alasan, tidak lulus tes,” ungkap Miswan salah satu perwakilan perkerja yang menggelar ujuk rasa di kantor PT Partamina Gas.
Tidak sampai di situ, merasa tidak puas puluhan sekuriti mendatangi kembali PT BLS ini untuk mempertanyakan apa sebab meraka tidak di pekerjakan lagi. Namun ada tawaran yang harus mereka terima, yakni harus membayar uang sebesar Rp25 juta jika ingin berkerja kembali.
“Saya diberi tawaran, jika saya ingin bekerja kembali namun harus menyetorkan uang sebesar 25 juta. Jelas saya menolaknya,” ungkapnya.
Miswan menjelaskan bahwa dirinya dan pekerja lainnya berunjuk rasa untuk meminta kejelasan nasib mereka. Ia juga menyebutkan, jika sebelumnya ada kesepakatan dengan pihak manajemen bahwa akan diperkerjakan kembali.
“Kita sudah ada pertemuan antara pihak manajemen dan ada hitam di atas putih bahwa kita akan diperkerjakan kembali di perusahaan tersebut. Namun setelah kita tagih kesepakatan tersebut pihak BLS tidak merasa menyepakati itu dan kita diadu bersama pihak salah satu ormas pemuda yang pada saat itu kita tidak mengetahui apa maksud dan tujuannya,” tutupnya. (adi)











