Palembang, Sumselupdate.com – Meski mengaku sangat menghormati dan enggan terlalu ikut campur dalam proses evaluasi tim yang saat ini tengah berlangsung, namun dua kelompok suporter Sriwijaya FC mengungkapkan harapannya terkait proses pembentukan skuad ke depan.
Salah satunya adalah permintaan agar manajemen Laskar Wong Kito dapat mempertahankan kapten tim SFC, Yu Hyun Koo. Pemain asal Korea Selatan tersebut masih cukup mumpuni untuk tetap menjadi bagian dari SFC ke depannya.
Hal tersebut diungkapkan Agung Fahrrurozi, Ketua Ultras Palembang saat dihubungi Selasa (14/11/2017). Menurutnya, pengalaman dan leadership Yu Hyun Koo masih dibutuhkan minimal satu musim lagi.
“Dari sisi kualitas rasanya Yu Hyun Koo masih menjadi jangkar papan atas di Indonesia. Selain itu keunggulannya yang lain adalah jarang cedera, bahkan beberapa kali dia juga masih ngotot bermain walau kepalanya cedera akibat benturan keras lain,” jelasnya.
Selain itu, Agung juga menanggap tim SFC kedepannya juga masih membutuhkan sosok pemain senior untuk membimbing deretan Young Guns milik tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini.
“Yu Hyun Koo juga pemain yang sangat menghargainya pendukungnya, baik menang atau kalah, saat di kandang maupun tandang dirinya selalu menyempatkan diri memberikan penghormatan kepada fans, sesuatu yang begitu kami hargai,” tambahnya.
Hal yang sama juga disampaikan Ariyadi Eko, Ketua Singa Mania yang menganggap Yu Hyun Koo sudah sepantasnya dipertahankan oleh manajemen SFC.
“Dari skuad SFC yang berhasil membawa lolos ke final Piala Presiden 2015, tinggal Yu Hyun Koo yang masih tersisa. Kesetiaan dan loyalitas dia untuk SFC tidak perlu diragukan lagi, musim ini sudah beberapa kali dia menunjukkan itu. Kualitasnya juga pun masih layak,” jelasnya.
Gelandang pengangkut air ini juga disebutnya menjadi salah satu pemain yang bermain dengan penuh totalitas saat turun ke lapangan.
“Tidak banyak legiun asing yang bermain dengan hati, namun dia sudah menunjukkan hal itu. Air matanya yang begitu tulus juga pernah kami lihat di musim ini saat prestasi tim tidak bagus, semoga hal ini bisa menjadi pertimbangan manajemen nantinya. Terlalu riskan juga bila terlalu banyak bongkar pasang, lebih baik memperbaiki kekurangan yang ada saja,” pungkasnya. (tra)











