Sumur Warga Talang Surabaya Pagaralam Kering, PT Dempo Tirta Lestari Siap Mediasi

Writer: - Selasa, 22 Juli 2025
Air minum kemasan yang diproduksi PT Dempo Tirta Lestari. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Polemik yang berkembang antara perusahaan air mineral PT Dempo Tirta Lestari dengan sedikitnya 40 warga Dusun Talang Surabaya, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, sedikit menemui titik terang.

Ini menyusul manajemen PT Dempo Tirta Lestari menyatakan kesiapannya untuk menggelar mediasi.

Read More

Sebagaimana diketahui, warga mengeluhkan sumur mereka mengalami kekeringan sejak adanya aktivitas pengeboran dan produksi air mineral oleh perusahaan tersebut.

Direktur Utama PT Dempo Tirta Lestari, Asiau saat dikonfirmasi, membenarkan adanya rencana pertemuan dengan warga yang terdampak.

Ia belum memberikan penjelasan rinci mengenai teknis maupun substansi persoalan yang dilaporkan warga. Namun ia menegaskan perusahaan akan mengambil langkah komunikatif dan terbuka.

“Kami menyadari pentingnya dialog langsung. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk melakukan mediasi dengan warga pada hari Kamis mendatang di Kantor Camat Dempo Selatan,” ujar Asiau.

Menurut informasi, keluhan warga terkait kekeringan sumur ini sudah berlangsung cukup lama dan mulai memicu keresahan.

Mereka berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi konkret yang tidak merugikan masyarakat maupun perusahaan.

Sementara itu, pihak kecamatan juga menyatakan siap memfasilitasi mediasi demi menjaga kondusivitas dan mencari titik temu terbaik antara warga dan perusahaan.

Diberitakan sebelumnya, Warga Talang Surabaya, Kota Pagaralam, tengah menghadapi krisis air bersih yang diduga kuat dipicu oleh aktivitas produksi perusahaan air mineral Dempo Tirta.

Sejak beberapa bulan terakhir, sedikitnya 40 warga melaporkan kekeringan pada sumur-sumur mereka, yang sebelumnya tidak pernah mengalami masalah serupa.

Syahrul Effendi, tokoh masyarakat setempat sekaligus warga terdampak, menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi ini.

Ia menilai aktivitas perusahaan yang berlokasi tak jauh dari permukiman telah berdampak langsung pada sumber mata air warga.

“Kami sangat dirugikan. Dulu sebelum perusahaan ini berdiri, sumur kami tidak pernah kering. Sekarang untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan MCK saja sudah sangat sulit,” keluh Syahrul saat diwawancarai, Rabu (17/7/2025) lalu.

Lebih lanjut, Syahrul meminta Pemerintah Kota Pagaralam segera turun tangan, mengevaluasi ulang izin dan studi kelayakan lingkungan milik perusahaan tersebut.

“Kami berharap pihak-pihak terkait datang langsung ke lapangan. Jangan hanya menilai aset perusahaan, tapi juga dampaknya ke lingkungan dan kehidupan warga, termasuk limbah dan ketersediaan air tanah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan hingga saat ini belum pernah ada sosialisasi atau permintaan persetujuan dari warga terkait izin lingkungan.

“Saya pribadi sebagai warga yang tinggal dekat perusahaan tidak pernah diajak bicara soal izin lingkungan. Tolong ini dicek lagi,” tandasnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts