Sumsel Tambah Jalur Angkutan Batubara, Gubernur Minta Prioritaskan Tenaga Lokal

Kamis, 11 April 2019

Lahat, Sumselupdate.com – Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Febrita Lustia Deru dan Duta Literasi Sumsel Percha Leanpuri menghadiri soft launching Transportasi Sungai dan Peresmian Terminal Batubara Muara Lawai, di Desa Muara Lawai, Kabupaten Lahat, Kamis (11/4/2019).

Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada Bima Citra Group dalam hal ini PT Batubara Mandiri atas dipilihnya Provinsi Sumsel sebagai tempat pembangunan Terminal Batubara dan Transportasi Sungai.

Read More

Dimana menurutnya jalur ini kedepan akan menambah pilihan jalan keluar khususnya batubara dan dapat lebih memperkuat lagi posisi Provinsi Sumsel sebagai Lumbung Energi.

“Ini adalah inovasi transportasi yang luar biasa, memindahkan trafic di darat ke air yang akan mengurangi lalu lintas harian di jalan raya. Karena kita sudah mengalami kepadatan jumlah kendaraan, maka inisiatif dari perusahaan PT Batubara Mandiri patut kita syukuri dimana ini angkutan yang paling ramah dan murah,” ungkapnya.

Gubernur juga menghimbau PT Batubara Mandiri untuk memperhatikan tenaga kerja yang lebih diutamakan adalah tenaga kerja lokal. Selain itu pula tidak luput perhatian yakni masalah lingkungan sekitar.

“Pesan saya mohon perhatikan masalah tenaga kerja, utamakan lokal, yang kedua masalah lingkungan terutama lingkungan hidup karena alam ini milik anak cucu kita, kita ini hanya mengelola saja pada akhirnya anak cucu kita yang akan berhak memilikinya. Perusahaan ini jangan main-main kalau sampai lingkungan ini tidak terjaga, saya cabut izinnya,” terangnya.

Menurut HD, peresmian ini beriringan dengan Pemerintah Provinsi Sumsel mengeluarkan produk kebijakan berupa pelarangan penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara melalui Peraturan Gubernur Sumsel Nomor 74 Tahun 2018 tentang Pencabutan Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 23 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengangkutan Batubara melalui jalan umum.

“Dengan pelarangan tersebut, angkutan batubara yang semula melewati jalan umum, dialihkan ke jalan khusus batubara milik PT Servo Lintas Raya sepanjang 113 km menghubungkan ke Terminal Khusus Batubara yang ada di Muara Lematang Kabupaten PALI,” ucapnya.

“Sehingga aktifitas masyarakat sebagai pengguna jalan umum tidak terganggu dengan adanya angkutan batubara yang melintas seperti yang terjadi sebelumnya,” tambahnya.

Sebelum dilakukan soft launching, lebih jauh suami dari Febrita ini menuturkan, telah dilakukan penelitian yang sederhana mulai dari debit air, durasi waktu saat loading dan bongkar itu juga diperhitungkan.

“Soft launching kalau ini saya sebut pelayaran perdana yang masih harus banyak dilengkapi. Saya melihat di sekitar sini ada masyarakat maka butuh bantuan pamong desa, pak camat juga bimbingan Bupati Lahat maupun Muaraenim.
Mudah-mudahan apa yang dihasilkan alam Provinsi Sumsel dapat dijadikan sesuatu yang produktif tapi tetap ramah terhadap lingkungan juga ramah terhadap alam ini,” pungkasnya. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts