Palembang, Sumselupdate.com – Setelah hanya tinggal tanda tangan kontrak resmi saja dan telah berada di Bandara Balikpapan menuju Palembang, akhirnya Abdul Rahman memutuskan batal bergabung bersama Sriwijaya di Liga 1.
Sekretaris Sriwijaya FC, Ahmad Haris menyatakan, batalnya pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini karena faktor kemanusiaan.
“Sejak Kamis (9/3/2017) lalu SFC sudah bersepakat dengan Rahman, bahkan tiket untuk kedatangannya ke Palembang sudah disiapkan Senin (13/3) sore kemarin. Namun, karena ibunya sedang sakit, jadi Abdul Rahman gagal bergabung bersama Sriwijaya FC,” ujarnya, Selasa (14/3/2017) pagi.
Sebelumnya lanjut Haris, proses eks pemain Timnas U-23 ini berjalan lancar dan manajemen SFC sudah dihubungi beberapa pihak yang cukup dekat dengan Rahman seperti eks pelatih di Persiba Balikpapan, Jaino Matos ataupun eks legenda SFC, Isnan Ali.
“Bahkan Jaino menitipkan Rahman kepada kita dan mendukung kepindahannya ke SFC, lalu Isnan Ali juga menyatakan hal yang sama karena keduanya dulu pernah bersama-sama di Martapura FC dan Rahman mencari banyak informasi melalui Isnan,” katanya.
Namun saat akan berangkat ke bandara Balikpapan, sang ibunda Rahman mendadak meminta anak bungsunya tersebut memikirkan ulang rencananya tersebut.
“Ibunya sudah tua dan sakit-sakitan, sementara saudara Rahman yang lain sudah berkeluarga semua, tinggal dia yang masih bujang. Dan pagi itu beliau meminta agar keberangkatan ditunda,” bebernya.
Sore harinya, setelah berdiskusi dengan keluarga besarnya, Rahman kembali menghubungi manajemen SFC dan menyatakan batal bergabung.
“Dia diminta untuk bermain di klub Kalimantan saja agar lebih dekat dengan ibu. Kita menghormati hal ini, apalagi saat berbicara melalui loud speaker ada kesedihan mendalam yang kita rasakan, walau sebenarnya sebelumnya izin sudah diberikan,” katanya.
Sampaikan Permohonan Maaf
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Abdul Rahman yang berposisi sebagai bek kiri ini pun menjelaskan proses kesepakatan yang sudah dibuatnya dengan manajemen SFC sebelumnya.
“Yang pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan oleh manajemen SFC kepada saya. Sejak Kamis (9/3/2017) lalu saya sudah sepakat ke Palembang, bahkan tiket pun sudah saya terima dan tinggal berangkat saja,” ungkapnya saat dihubungi Selasa (14/3/2017) pagi.
Bahkan dirinya pun sudah menyelesaikan packing dan tinggal menuju ke Bandara Balikpapan, namun saat akan berpamitan, firasat berbeda dirasakan sang ibunya dan akhirnya menelpon manajemen SFC untuk berkonsultasi masalah ini.
“Ibu saya sudah 65 tahun dan saya yang mengurusnya, awalnya hanya berbicara mengenai penundaan keberangkatan ke Palembang. Tetapi setelah meminta pendapat dari saudara-saudara yang lain, akhirnya saya memohon maaf kepada manajemen SFC karena batal bergabung dikarenakan permintaan beliau yang meminta agar bermain di Kalimantan dulu saat ini,” jelasnya.
Menurutnya, keputusan ini diambil karena jarak tempuh yang lebih dekat ke Balikpapan ketimbang nanti bermain di Palembang.
“Jika di Kaltim maka bisa menempuh jalan darat dan hanya sekitar 2,5 – 3 jam saja. Padahal sebelumnya saya sudah mencari tahu soal SFC lewat bang Isnan Ali, Amirul Mukminin dan mereka semua mengatakan hal yang baik serta mendukung keputusan saya ini,” tegasnya.
Secara pribadi dirinya mengaku, sangat menghormati SFC sebagai salah satu klub besar di Indonesia.
“Sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas pengertiannya. Saya juga tidak enak dengan Presiden SFC, bapak Dodi Reza yang sudah mengumumkan mengenai kedatangan saya ke Palembang. Saya berharap silaturahmi yang baik ini tetap terjaga dengan baik kedepannya,” pungkasnya. (tra)











