PALI, Sumselupdate.com – Soal program transmigrasi, Bupati PALI H Heri Amalindo menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan untuk kawasan transmigrasi merupakan lahan tidur, sehingga sangat tepat jika bisa dimanfaatkan dan dikelola.
“Adanya program transmigrasi ini, sangat membantu Pemkab PALI dan masyarakat sekitar. Karena, lahan yang disiapkan merupakan lahan tidur, sehingga dengan program transmigrasi tersebut bisa dikelola dan menjadi lahan produktif,” kata Bupati, belum lama ini.
Ia juga menerangkan bahwa pemikiran mahasiswa yang melakukan unjuk rasa beberapa hari lalu yang mengatakan tidak memberdayakan masyarakat lokal, menurutnya itu salah besar.
“Kenyataannya, masyarakat lokal lebih banyak diberdayakan dengan kuota 60 persen dari jumlah transmigran dari Jawa Tengah. Serta, antar transmigran bisa bertukar budaya dan adat. Apalagi, untuk pendanaan, tidak menggunakan APBD PALI, karena dibantu Kementerian Transmigrasi dan daerah pengirim,” tambahnya.
Suami dari Hj. Sri Kustina menyayangkan oknum mahasiwa yang berdemo, tanpa mau diajak diskusi terlebih dahulu.
“Jadinya kurang komunikasi antara adek-adek mahasiswa dan OPD kita. Untuk itu komunikasi harus nyambung. Demo harusnya menjadi cara terakhir untuk menyampaikan aspirasi, ketika diskusi dan musyawarah bisa dilakukan, mungkin itu lebih baik,” tutupnya. (adj)











