Palembang, Sumselupdate.com – Terkait tewasnya dua mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) ketika mengikuti Latihan Dasar Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP, membuat anggota DPRD Sumsel angkat bicara dan menilai jika sekarang sudah bukan zamannya lagi melakukan diksar fisik serta mestinya pengawasan pihak kampus lebih dimaksimalkan.
“Kami menyikapinya jika sekarang ini sudah bukan zamannya lagi, terlebih orientasi itu terkait fisik yang tidak manusiawi. Yang terpenting itu kan mental, bukan fisik,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, Jumat (31/3/2017).
Ditegaskan Anita, selain bukan zamannya lagi, pihak Univesitas yang mengadakan kegiatan orientasi tersebut juga harus meningkatkan pengawasan. “Harusnya di masa orientasi tersebut pihak kampus atau universitas selalu mendampingi, bukan hanya mahasiswa saja,” tandasnya.
Sementara mengenai hukumannya, sambung Anita, sudah jelas dalam Undang-undang yang mengakibatkan mati atau menghilangkan nyawa orang lain, harus ditindak tegas.
“Dicari siapa yang bertanggungjawab. Bentuk pertanggungjawaban kampus juga mesti diperjelas dan sudah seharusnya pihak kampus mengevaluasi total segala kegiatan,” kata politisi wanita Partai Golkar Sumsel ini.
Selain itu, peningkatan pengawasan kegiatan orientasi atau diksar seperti ini tak hanya harus dilakukan pihak kampus, tapi hingga jenjang sekolah menengah. Serta pihak kampus dan yang terkait mesti bertanggungjawab secara moral dan mengevaluasi total. (ery)











