Lubuklinggau, Sumselupdate.com – SMA Negeri 2 Lubuklinggau melestarikan bahasa daerah yang kerap digunakan warga Kota Lubuklinggau, yaitu bahasa Col dan Musi di lingkungan sekolah. Penerapan bahasa asli daerah tersebut menindaklajuti surat edaran Gubernur Sumsel.
“Minimal 1 bulan sekali kami gunakan bahasa daerah di lingkungan SMAN 2 Lubuklinggau. Ini akan bertahap menjadi satu minggu sekali. Polanya dengan mengajak anak bercerita dan berkomunikasi dengan bahasa daerah,” kata Kepala SMAN 2 Model PMP Kota Lubuklinggau Yulianti di sela pembukaan The First Ultimate Festival of Smanda 2019, Jumat (29/3/2019).
Mernurutnya, kemanjuan teknogi dan kearifan lokal dapat seiring sejalan dalam rangka menghadapi era globalisasi. “Kami sangat mendukung penuh penerapan penggunaan bahasa daerah, karena kearifan budaya lokal sangat banyak manfaatnya,” tegasnya.
Sementara itu, dalam kegiatan The First Ultimate Festival of Smanda 2019 langsung dibuka oleh Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe.
Turut hadir Camat Lubuklinggau Timur I Henny Fitrianti, Sekretaris Disdik Rudi Erwandi, Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK Lubuklinggau Agustaman, Plt Kepala BNN Kota Lubuklinggau, Ketua Komite Suparto H Ujang serta seluruh kepala SMA/SMK se-Kota Lubuklinggau.
Bertemakan ‘Building The Sense of Brotherhood Through The Spirit of Competition’ acara ini melibatkan enam ekstrakurikuler seperti Pramuka, Seni, Rohis, English Club, Pik-R dan Pecinta Alam.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana. Dan kegiatan ini turut mengajak sekolah dari luar Kota Lubuklinggau seperti Musi Rawas dan Muratara untuk berkompetisi Tatapura, Smanda Art Competition dan Smanda CUP,” bebernya.
Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengapresiasi kegiatan tersebut. “Sengaja saya hadir untuk memberikan perhatian penuh akan kegiatan-kegiatan positif yang dilaksanakan sekolah-sekolah,”kata Nanan.
Kegiatan ini, salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi pelajar dalam mengaktualisasikan potensi kemampuan. Serta mesti menjadi acuan bagi sekolah lain mengadakan hal serupa ataupun dengan bentuk berbeda namun memiliki makna yang sama.
“Saya imbau sekolah-sekolah agar dapat mengoptimalkan kegiatan ekskul guna memberi ruang terbaik untuk anak didik,” harapnya. (and)











