Palembang, Sumselupdate.com – Berbagai bentuk persiapan teknis jelang ujicoba Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, terus dilakukan usai rampungnya pemasangan girder box di sepanjang 23 km jalur LRT yang membentang dari Bandara hingga Jakabaring.
Kali ini, persiapan difokuskan untuk pendistribusian listrik yang akan menjadi sumber energi kereta ringan berkecepatan tinggi tersebut.
Direktur III Operasi PT Waskita Karya, Bambang Rianto, mengungkapkan, PLN telah siap untuk menyalurkan listriknya untuk operasional LRT.
Bambang mengatakan, listrik yang diperlukan untuk operasional LRT sebesar 33 MW yang didistribusikan ke 13 stasiun. Pasokan listrik untuk LRT akan disuplai dari Gardu Induk (GI) Jakabaring, GI Keramasan dan GI Gandus.
Pemasangan koneksi listrik tegangan tinggi untuk kereta sendiri direncakan akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2017.
“Pada tanggal 20 listrik PLN sudah mulai terkoneksi ke LRT dari GI Jakabaring. Dua gardu lainnya sebagai penopang bila memang dibutuhkan,” ujar Bambang kepada wartawan di Palembang, kamis (14/12/2017).
Menurut Bambang, pasokan listrik LRT terbagi dua, masing-masing untuk tegangan tinggi untuk sumber tenaga kereta dan tegangan rendah untuk memenuhi kebutuhan berbagai sarana fasilitas pendukung lainnya.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak PLN, mereka sudah siap. Untuk tahap awal, koneksi akan lakukan untuk arus kuat sementara untuk tegangan rendah seperti untuk operasional stasiun akan dilakukan setelah sarana fasilitas rampung,” jelasnya.
Pembangunan LRT hingga pekan pertama bulan Desember secara total telah mencapai 77,3%, sementara untuk pemasangan dua jalur rel progresnya telah mencapai 55% atau sepanjang 25 km.
Direncanakan, kereta baru akan tiba pada bulan Februari dan ujicoba kereta dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2018. (adi)











