Sidang Dana Bos SDN 79, Saksi Ahli Sebut Kwitansi Tidak Jelas Pertanggungjawabannya

Sidang dugaan korupsi dana Bos SD Negeri 79 Palembang, yang menjerat mantan Kepsek SD N 79 Nurmala Dewi, kembali jalani sidang dengan agenda keterangan saksi dan Ahli.

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dugaan korupsi dana Bos SD Negeri 79 Palembang, yang menjerat mantan Kepsek SD N 79 Nurmala Dewi, kembali jalani sidang dengan agenda keterangan saksi dan Ahli.

Adapun nama saksi yakni dari pihak Sales penerbit Buku Tiga Serangkai, benama Deni dan Saksi Ahli kerugian negara bernama Rodian, kedua saksi tersebut hadir langsung di hadapan majelis hakim yang diketahui hakim
Mangapul Manalu SH MH di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (17/11/2021).

Dari keterangan Ahli audit kerugaian Negara, Rodian mengatakan, jika dalam auditnya, ada beberapa penemuan yang menurutnya tidak sesuai.

“Ada beberapa nota atau kwitansi yang tidak jelas pertangung jawabannya. Dalam hal ini pertanggung jawaban terdakwa selaku Plh Kepala Sekola atas penggunaan Dana Bos di Triwulan II dan III,” ujar saksi.

Ditemui usai persidangan, JPU Pidsus Kejari Palembang, Hendi Tanjung SH mengatakan jika keterangan saksi ahli tadi jelas mendukung dakwaan JPU pada terdakwa Nurmala Dewi.

Pada inti keterangan saksi- saksi tadi, ada beberapa dokumen yang tidak sesuai penggunaannya Dana Bos SD 79 Palembang, dan tidak memiliki pertangungjawabannya.

“Keterangan saksi ahli tadi, terkait pencairan dana Bos triwulan II dan III. Pada dana Bos Triwullan ke II ada dokumen atau persyaratan yang tidak dilengkapi oleh terdakwa, namun tetap menerima Dana Bos untuk Triwullan ke III,” ujar Hendi pada awak media.

Disinggung apakah dalam hal ini ada kesalahan dari pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang yang telah mencairkan dana bos triwulan III pada Kepala Sekolah SD N 79 Palembang, yang jelas-jelas ada dokumen yang belum dilengkapi, Hendi menjawabnya singkat.

“Jika secara juknis tentu itu telah menyalahi aturan. Namun apakah di dalam nya ada penyimpangan terkait pencairan dana BOS ini dari Pihak Diknas, tentu akan kami dalami lagi,” jelasnya.

Hendi menambahkan hal tersebut terkait dengan Keputusan Walikota Palembang, yang mana manajemen Dana Bos 2019 itu dari Pihak Diknas Kota Palembang, yang saat itu diketuai oleh Herman Wijaya, anggotanya Bahrin, Dareni dan Sepri.

Untuk diketahui, Terdakwa Nurmala Dewi diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Bos SD N 79 Palembang, tahun anggaran 2019.

Yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp450.000.000,-

Atas perbuatanya, tersangka ND dikenakan pasal 2 atau pasal 3 Jo pasal 18 undang-undang tindak pidana korupsi. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.