Si Pemburu Koruptor Kini Bidik Bandar Narkoba

Kamis, 1 Maret 2018

Jakarta, Sumselupdate.com – Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Heru Winarko mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo. Ia diangkat menjadi kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Heru menggantikan Komjen Budi Waseso yang pensiun Maret 2018. Dia terpilih menyisihkan Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto dan Deputi Pemberatasan BNN Irjen Arman Depari, yang masuk bursa kepala BNN.

Read More

Juru bicara Presiden Johan Budi mengatakan, Kepala Negara mendapatkan masukan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam menentukan bos baru BNN. Di sisi lain, Jokowi ingin kepala BNN profesional, berintegritas tinggi, dan berani.

“Bapak Presiden akan memutuskan kepala BNN yang baru berdasarkan usulan-usulan itu,” kata Johan dikutip dari laman metrotvnews.com, Kamid (30/3/2018).

Heru memang punya karier panjang di bidang penegakkan hukum. Lulusan Akademi Kepolisian pada 1985 itu lebih sering berkecimpung di bidang reserse selama bertugas di Korps Bhayangkara.

Jenderal bintang dua itu sempat menjabat sebagai kepala Polres Metro Jakarta Pusat. Dia menduduki kursi wakil direktur tindak pidana ekonomi dan khusus pada 2009. Setahun kemudian, dia menjadi wakil direktur tindak pidana korupsi Bareskrim.

Pria kelahiran 1 Desember 1962 itu lalu dimutasi menjadi asisten deputi 4/V Kamnas Kemenko Polhukam. Jabatan itu tak diduduki lama. Pada 2012, dia menjadi Kepala Polda Lampung.

Setelah tiga tahun di Lampung, Heru kembali ke Kemenko Polhukam sebagai staf ahli bidang ideologi dan konstitusi. Pada Kamis, 15 Oktober 2015, Ketua Sementara KPK Taufiqurachman Ruki melantik Heru menjadi deputi penindakan.

Di KPK, Heru mesti menjalankan fungsi perumusan kebijakan di bidang penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan. Dia juga mengurus koordinasi dan supervisi penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh penegak hukum lain.

Tugas baru kini menanti Heru di BNN. Apalagi, Presiden sudah menyatakan sikap untuk berperang melawan narkoba. Bahkan, Jokowi meminta aparat untuk tidak ragu menembak di tempat pengedar barang haram itu. “Kalau melawan dan membahayakan, jangan diberi toleransi. Tegas itu harus kita sampaikan,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Perburuan Heru untuk menangkap para bandar narkoba pun akan dimulai hari ini, 1 Maret 2018. Jokowi akan melantiknya langsung di Istana Negara. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts