PALI, Sumselupdate.com – Tidak sampai setengah jam, rumah Jumadi warga Desa Tempirai Selatan kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI habis tak bersisa dimakan si jago merah, Selasa (3/1/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.
Akibatnya, rumah lengkap beserta isi perabotan rumah tangganya dan satu buah toko manisan ludes. Sehingga, rumah milik petani karet itu mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 250 juta.
Beruntung rumah yang dihuni delapan orang itu tidak ada korban jiwa.
Kepala desa setempat, A. Radi menjelaskan bahwa kebakaran yang menghanguskan rumah Jumadi diduga disebabkan oleh konsleting listrik.
“Pada saat kebakaran, rumah tersebut (rumah Jumadi-red) masih ada orang. Tapi posisinya sedang ada di dalam toko. Tidak tahu kalau ternyata api sudah membesar dari arah belakang rumah,” bebernya ketika dihubungi Sumselupdate via telpon, Rabu (4/1/2017).
Dirinya juga mengatakan, dalam proses pemadaman api hanya menggunakan alat seadanya dibantu puluhan warga setempat yang memadamkan memakai ember dan air yang diangkut dari sungai yang tidak jauh dari rumah yang kebakaran.
“Baru hari ini (Rabu-red) Dinas Sosial bersama BPBD Kabupaten PALI dan dua Anggota DPRD PALI melihat kesini (ke rumah Jumadi, red) memberikan bantuan ke korban,” tandasnya. (adj)











