Pagaralam, Sumselupdate.com – Danjen Kopassus melalui Komandan Grup Satu Kolonel Infantri Adek Candra dan rombongan mengunjungi kediaman Sertu (Anumerta) Muhammad Ramadhan di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Minggu (12/1/2020).
Kolonel Infantri Adek Candra dan rombongan disambut oleh Ketua DPRD Kota Pagaralam Jenny Shandiyah, SE di rumah dinas dan meneruskan berkunjung ke rumah duka Sertu Anumerta Muhammad Ramadhan, dan kemudian berziarah ke Makam Pahlawan.
Sertu (Anumerta) Muhammad Ramadhan sendiri gugur saat kontak senjata dengan KSB di daerah Putigapa, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada 19 Desember 2019 lalu.
“Kami berkunjung ke rumah duka untuk bersilaturahim dan di sana bertemu dengan keluarga almarhum,” kata Komandan Grup Satu Kopassus, Kolonel Infantri Adek Candra.
Adek menegaskan Sertu Anumerta Muhammad Ramadhan adalah salah satu prajurit terbaik yang dimiliki Satuan Kopassus.
“Bangga dengan almarhum akan keberanian dan kegigihan mempertahankan keutuhan NKRI.” Tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pagaralam Jenny Shandiyah, SE menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Sertu (Anumerta) Muhammad Ramadhan.
“Saya sebagai Ketua DPRD Kota Pagaralam mewakili seluruh masyarakat Pagaralam menyatakan belasungkawa atas gugurnya salah satu prajurit TNI dari satuan Kopassus,” ujar Jenny.
Menurut Jenny, Sertu (Anumerta) Muhammad Ramadhan salah satu putra terbaik berasal dari Kota Pagaralam.
Jenny mengatakan, mendukung penuh langkah Panglima TNI mengatasi KSB di Papua yang tegas dan terukur demi penegakan hukum.
Jenny mengatakan, masyarakat bangga bahwasanya ada pemuda dari Kota Pagaralam yang merelakan jiwa raganya untuk mempertahankan keutuhan NKRI.
Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini juga menyatakan bahwa TNI telah mengambil tindakan profesional, sehingga dia berharap dunia internasional agar dapat melihat secara proporsional masalah di Papua sebagai upaya penegakan hukum.
“Prajurit TNI-Polri banyak sudah gugur di Papua, dunia internasional juga harus membuka mata dan melihat persoalan di Papua ini dengan lebih obyektif. Dengan kejadian ini kita harap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk lebih ditingkatkan. NKRI dan seluruh tanah air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedaulatan yang wajib dihormati semua negara. Jangan sampai ada intervensi dalam masalah dalam penegakan hukum di Indonesia,” pungkas Jenny. (ric)











