Seputar Generasi Z, Ini Karakteristiknya

Minggu, 8 Januari 2017
ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Dewasa ini kita kerap mendengar istilah Generasi  Z. Apa sebenarnya yang dimaksud generasi Z ini, bagaimana karakternya dan apa yang mesti diantisipasi oleh orang tua dalam rangka perkembangan generasi tersebut. 

Pemahaman seputar  generasi Z tersebut tentunya mutlak dimiliki setiap orang, terkhusus orang tua. Dengan pemahaman yang memadai ini diharapkan mereka dapat ‘memperlakukan’ dan mengarahkan  generasinya untuk hal-hal positif ke depannya.

Read More

Dalam teori generasi atau generation theory hingga saat ini dikenal ada 5 generasi, yaitu: Generasi Baby Boomer (lahir 1946-1964), Generasi X (lahir 1965-1980), Generasi Y (lahir 1981-1994), Generasi  Z (lahir 1995-2010), dan Generasi Alpha (lahir 2011-2025).

Generasi Z atau disebut iGeneration,  Generasi Net, dan Generasi Internet terlahir dari generasi X dan Generasi Y. Mereka lahir dan dibesarkan di era digital berteknologi komplit dan canggih, seperti komputer/laptop, HandPhone, iPads, PDA, MP3 player, BBM, internet, dan aneka perangkat elektronik lainnya.

Sejak kecil, mereka pun sudah kenal dan akrab dengan berbagai gadget yang canggih itu, yang secara langsung atau pun tidak langsung akan berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan kepribadiannya. Generasi Z  ini diperkirakan oleh para pakar akan mengalami booming  sekitar tahun 2020.

Karakteristik Umum

Sebagai generasi baru, generasi Z tentunya memiliki karakteristik perilaku dan kepribadian yang berbeda dengan generasi sebelumnya.  Karakteristik umum generasi Z di antaranya adalah:

1. Fasih Teknologi

Generasi digital ini mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer.  Mereka dapat mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan secara mudah dan cepat, baik untuk kepentingan pendidikan maupun kepentingan hidup kesehariannya.

2. Sosial

Mereka sangat intens berkomunikasi dan berinteraksi dengan semua kalangan, khususnya dengan teman sebaya melalui berbagai situs jejaring, seperti: FaceBook, twitter, atau  melalui SMS. Melalui media ini, mereka bisa mengekspresikan perasaan dan pikirannya secara spontan. Mereka juga cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan lingkungan.

3. Multitasking

Mereka terbiasa dengan berbagai aktivitas  seperti membaca, berbicara, menonton, atau mendengarkan musik dalam satu waktu bersamaan. Mereka ingin segala sesuatu dilakukan serba cepat, tidak bertele-tele dan berbelit-belit.

Sisi Positif dan Negatif

Karakteristik tersebut tentu memiliki dua sisi yang berlawanan. Sisi positif jika memberikan manfaat bagi dirinya dan atau lingkungannya. Sebaliknya bisa negatif jika merugikan diri sendiri maupun lingkungannya.

Dalam sebuah publikasi di Wikimu (2011), diketahui bahwa mengingat generasi Z fasih dengan teknologi digital, mereka pun sangat cocok bekerja di perusahaan besar, perusahaan yang mampu menyediakan fasilitas modern. Sebaliknya, mereka akan kesulitan jika diminta mengelola sebidang tanah, dengan fasilitas pengairan, dan modal uang secukupnya. Karena yang ada di benak mereka adalah komputer, laptop dan HP, bukan peternakan, perikanan dan pertanian.

Di sisi lain, yang perlu diantisipasi terkait karakteristik generasi Z ini yakni mereka  cenderung berkurang dalam komunikasi secara verbal, cenderung bersikap egosentris dan individualis, cenderung menginginkan hasil yang serba cepat, serba-instan, dan serba-mudah, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses. Kecerdasan intelektual (IQ) mereka mungkin akan berkembang baik, tetapi kecerdasan emosional mereka jadi tumpul. Selain itu, ada bahaya dari kecenderungan generasi Z yang gemar  mendengarkan musik melalui earphone,  yakni dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan gangguan pada pendengaran. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts