SUNNAH Rasulullah baik aqidah, ibadah, akhlak, ucapan, dan perbuatan maupun ketetapannya dikumpulkan (dilaksanakan) maka akan tergambarlah Islam yang sempurna.
Sebaliknya ketika umat Islam meninggalkan sunnah-sunnah beliau, maka sedikit demi sedikit berarti Islam akan hilang.
Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah Ad-Dailamiy, “Sesungguhnya pertama kali hilangnya agama (Islam) adalah dengan ditinggalkannya sunnah, agama ini akan hilang sesunnah demi sesunnah sebagaimana lepasnya tali seutas demi seutas.’’
Mungkin sebagian orang menganggap cukup dengan amalan-amalan wajib. Amalan yang sunnah yang kadang saja dilakukan, jika ada waktu atau lagi mood.
Inilah anggapan sebagian orang awam, namun sebenarnya jika kita meneliti apa yang diberitahukan oleh Allah SWT dan Rasulnya, sungguh amalan sunnah memiliki keistimewaan yang luar biasa untuk mendukung sempurnanya amalan wajib yang kita lakukan
Berikut Amalan-amalan yang Jarang atau Sering Terlupakan Untuk Dilaksanakan:
1.Mendahulukan kaki kanan saat memakai sandal dan kaki kiri saat melepasnya.
Diriwiyatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan dan jika melepaskannya maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
2. Memelihara dan menjaga waktu
Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Membersihkan mulut dan gigi dengan (kayu siwak)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR Ahmad dan An-Nasa`i).
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Alquran, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.
Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.
4. Shalat Istikharah
Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu anhu bahwa ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Alquran kepada kami.” (HR Al-Bukhari)
Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.
5. Berwudhu sebelum tidur dan tidur dengan posisi miring sebelah kanan
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
6. Berbuka puasa dengan makanan ringan
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
7. Tidak bergadang dan segera tidur setelah shalat isya’
Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit, dan lain-lain maka itu diperbolehkan.
Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.
8. Mengibaskan seprai saat hendak tidur
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya.
Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca: “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR Muslim)
9. Berdoa saat memakai pakaian baru
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
10. Mengucapkan salam kepada semua orang Islam termasuk anak kecil
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru radhiyallahu anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR Muslim). (**) 
Penulis: Bella Sandra
Mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, UIN Raden Fatah Palembang.











